contoh soft skill

9 Contoh Soft Skill yang Dapat Menunjang Kesuksesan Karier

Soft skill adalah kemampuan yang menunjukkan karakteristik kepribadian seseorang pada saat orang tersebut bekerja dan berinteraksi dengan orang lain.

Dalam dunia kerja, kemampuan ini mendasari bagaimana sikap dan perilaku kamu pada saat berinteraksi dengan rekan kerja, mengelola pekerjaan, dan mengatasi masalah. Beberapa contoh soft skill dijelaskan di bawah ini agar kamu lebih memahami bagaimana penerapan soft skill di tempat kerja demi menggapai kesuksesan karier kamu.

Contoh soft skill

Sulit untuk mengatakan soft skill mana yang paling penting, karena penerapannya memang bervariasi tergantung dari situasi yang sedang kamu hadapi. Akan tetapi daftar di bawah ini secara umum adalah soft skill yang paling memungkinkan kamu untuk membangun hubungan yang konstruktif dan efektif dengan rekan kerja, yang pada akhirnya menentukan pertumbuhan karier kamu.

1. Komunikasi

Apa pun jenis pekerjaan, industri, atau level jabatan, kamu pasti akan berkomunikasi dengan orang lain.
Apa pun jenis pekerjaan, industri, atau level jabatan, kamu pasti akan berkomunikasi dengan orang lain.

Keterampilan komunikasi hampir selalu jadi daftar teratas dari contoh soft skill yang diperlukan di tempat kerja. Apa pun jenis pekerjaan, industri, atau level jabatan, kamu pasti akan berkomunikasi dengan orang lain, entah itu klien, pelanggan, anggota tim, atasan, atau rekan kerja departemen lain.

Dengan kemampuan komunikasi yang terampil, kamu dapat membangun hubungan baik dengan rekan kerja. Kamu tahu seperti apa berbicara dengan efektif, jelas, dan sopan, bagaimana cara menyampaikan pendapat tidak setuju secara bijaksana tanpa menimbulkan konflik, juga kamu dapat menghindari miskomunikasi atau kesalahpahaman pada saat berinteraksi.

Tak cuma berbicara, mendengarkan dan memahami pesan juga adalah bagian dari keterampilan komunikasi, termasuk kemampuan presentasi, berbicara di depan umum, menulis laporan dan proposal, storytelling, body language, atau juga visual komunikasi.

2. Etos Kerja

Etos kerja adalah nama lain dari semangat kerja. Orang-orang dengan semangat kerja tinggi ditandai dengan datang ke tempat kerja tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan secara menyeluruh sesuai tenggat waktu, dan terorganisir.

Etos kerja yang tinggi berasal dari motivasi diri. Perusahaan membutuhkan karyawan yang termotivasi. Pekerja seperti itu akan bertanggung jawab, maju, dan berkembang dengan sendirinya tanpa perlu pengawasan yang ketat.

Aspek lain dari etos kerja yaitu manajemen waktu. Kamu perlu mengelola waktu kerja sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan secara tuntas dan tepat waku. Selain motivasi diri dan manajemen waktu, aspek lain etos kerja diantaranya dedikasi, keteguhan, mau mengikuti arahan, ketekunan, terorganisir, dan berorientasi pada hasil.

3. Kemampuan interpersonal

Kemampuan interpersonal adalah kemampuan yang digunakan untuk membangun, membina, dan memelihara hubungan dengan orang lain. Yang termasuk contoh sikap keterampilan interpersonal yaitu empati, menghargai pendapat orang lain, terbuka terhadap kritik, dan bersikap toleran.

Empati sendiri adalah sikap memahami situasi dan perasaan orang lain, sehingga kamu dapat menyesuaikan diri dan terhubung secara lebih dalam dengan orang tersebut. Hal tersebut adalah salah satu kunci sukses hubungan yang kuat dan saling percaya.

4. Kerja sama tim

Kerja sama tim adalah kemampuan untuk bekerja dan berkolaborasi secara harmonis dengan orang lain.
Kerja sama tim adalah kemampuan untuk bekerja dan berkolaborasi secara harmonis dengan orang lain.

Contoh soft skill selanjutnya adalah kerja sama tim, yaitu kemampuan untuk bekerja dan berkolaborasi secara harmonis dengan orang lain, juga terbuka dan menghargai keragaman dalam tim.

Kelihatannya keterampilan kerja sama tim mirip-mirip dengan kemampuan komunikasi dan interpersonal. Namun, soft skill kerja sama tim lebih menekankan pada pemahaman kamu terhadap tugas, peran, dan proses pekerjaan. Kamu tahu persis apa tugas dan peran kamu, dan bagaimana berkontribusi bagi tim.

5. Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk memimpin, mengawasi, mengelola dan memotivasi orang lain, juga untuk mendelegasikan pekerjaan.

Pada tingkat level staff sekalipun, jiwa kepemimpinan tetap diperlukan, misalnya, untuk pengambilan keputusan, juga untuk membujuk, mengajak, atau mempengaruhi rekan kerja lain untuk, misalnya, menyelesaikan pekerjaannya yang berhubungan dengan pekerjaan kamu, meski tanpa otoritas langsung.

6. Problem solving dan kreatif

Kemampuan problem solving berbicara tentang bagaimana sikap kamu dalam menghadapi suatu masalah di tempat kerja.
Kemampuan problem solving berbicara tentang bagaimana sikap kamu dalam menghadapi suatu masalah di tempat kerja.

Kemampuan problem solving berbicara tentang bagaimana sikap kamu dalam menghadapi suatu masalah di tempat kerja. Lebih dari sekedar menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pekerjaan teknis, kemampuan ini diperlukan agar kamu dapat bekerja di bawah tekanan, menangani situasi sulit dengan kesabaran dan rencana yang matang.

Kamu dengan keterampilan ini, ketika menemui kesulitan, lebih berpikir menghadapi dan memecahkan masalah ketimbang lari dari masalah. Keterampilan ini erat kaitannya juga dengan berpikir kreatif untuk cari jalan keluar.

7. Berpikir kritis

Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis, meneliti, dan mengidentifikasi informasi secara objektif. Kemampuan ini berguna untuk melihat dan menilai sesuatu dari perspektif yang berbeda, untuk kemudian menguji pendapat atau prasangka sebelumnya dengan tujuan menemukan jalan yang lebih efektif.

Kemampuan berpikir kritis, dalam penerapannya, erat kaitannya dengan kemampuan problem solving dan sikap aktif bertanya.

8. Kemampuan beradaptasi

Di dunia bisnis dan profesional yang terus berkembang, perubahan tak bisa dihindari. Kemampuan adaptasi diperlukan pada saat adanya perubahan di dalam perusahaan, entah itu cara dan proses kerja baru, alat dan teknologi baru, situasi baru, pelanggan baru, atau rekan kerja baru.

Kemampuan beradaptasi memandang perubahan dengan sisi positif, antusias, dan berusaha untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan demi kebutuhan perusahaan. Kebalikannya, karyawan yang lemah dalam kemampuan beradaptasi justru mengeluh dan pesimis atas perubahan yang terjadi.

9. Positive attitude

Kemampuan bersikap positif digambarkan dengan kepribadian yang antusias, ramah, dan menyenangkan. Dalam situasi profesional, kemampuan ini lebih dari sekedar kemampuan bergaul.

Baca juga, Soft Skill: Pengertian, Contoh, Hingga Cara Mengembangkannya

Meski daftar di atas belum mencakup semua contoh soft skill yang ada, tetapi itu sudah cukup mewakili contoh soft skill yang utama, yang banyak dibutuhkan dalam lingkungan profesional. Pemahaman atas daftar contoh soft skill di atas, dan penerapannya, adalah kunci sukses perkembangan karier kamu.

Referensi:
Skillyyouneed.com, Soft Skills, diakses 2 September 2022
Indeed.com, Soft Skills: Definitions and Top Examples, diakses 3 September 2022
Alyson Doyle, The balance careers, Top Soft Skills Employers Value With Examples, diakses 3 September 2022