Soft skill

Soft Skill: Pengertian, Contoh, Hingga Cara Mengembangkannya

Sudah banyak kamu dengar bahwa untuk bisa mencapai kesuksesan dalam dunia kerja, hard skill atau kemampuan teknis yang kamu punya perlu dilengkapi dengan soft skill. Tak cuma sebagai pelengkap, lebih dari itu, soft skill merupakan bagian integral, bagian yang tidak terpisahkan dari kunci sukses kamu di tempat kerja.

Karena demikian pentingnya, teruslah membaca untuk cari tahu apa pengertian soft skill itu sendiri, seperti apa contohnya dalam dunia kerja, dan bagaimana cara mengembangkannya demi kesuksesan karier kamu.

Apa itu soft skill?

Soft Skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan bagaimana seseoarang bekerja dan berinteraksi dengan orang lain
Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan bagaimana seseorang bekerja dan berinteraksi dengan orang lain

Soft skill adalah kemampuan yang menunjukkan karakteristik kepribadian seseorang pada saat orang tersebut bekerja dan berinteraksi dengan orang lain. Dalam dunia kerja, kemampuan ini mendasari bagaimana sikap dan perilaku kamu pada saat berinteraksi dengan rekan kerja, mengelola pekerjaan, dan mengatasi masalah.

Seperti apa kualitas soft skill kamu tercermin dari sikap dan perilaku kamu setiap hari di tempat kerja. Kalau soft skill kamu oke, interaksi kamu dengan rekan kerja akan lebih efektif, produktifitas dan kinerja kamu akan meningkat, yang pada akhirnya menentukan pertumbuhan karier kamu.

Di sisi lain, kurangnya soft skill dapat membatasi potensi diri kamu. Meski keterampilan ini bukan, atau tidak, menggantikan hard skill atau kemampuan teknis, tetapi seberapapun hebatnya kemampuan teknis kamu, tanpa soft skill, kamu akan sulit berkembang dan bersinar dalam pekerjaan kamu.

Sejalan dengan hal itu, perusahaan mencari dan mengharapkan pekerjanya mempunyai soft skill yang baik. Pekerja dengan keterampilan lunak yang baik dapat membantu perusahaan mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi.

Contoh soft skill

Contoh Soft skill yang umum, serta daftar sikap dan perilaku yang terkait erat dengan keterampilan tersebut, yang diperlukan dalam keseharian dunia kerja, yaitu:

  • Komunikasi (mendengarkan dan memahami, berbicara di depan umum, menulis, percaya diri).
  • Kepemimpinan (delegasi, dapat diandalkan, team-building, pengambilan keputusan).
  • Kerja sama (empati, conflict-resolution, respect).
  • Adaptasi (konsistensi, fleksibilitas, antusiasme, kesabaran, pola pikir berkembang).
  • Problem Solving (kreativitas, berpikir kritis, analisis, keterbukaan pikiran).
  • Etos Kerja (perhatian terhadap detail, integritas, ketekunan, manajemen waktu, keteguhan, motivasi, berorientasi hasil).

Sementara kemampuan teknis tertentu digunakan untuk mengerjakan jenis pekerjaan tertentu, keterampilan lunak lebih bersifat universal atau umum, dapat diterapkan secara luas dalam semua jenis pekerjaan, semua level jabatan, dan semua jenis industri.

Ambil misalnya salah satu contoh soft skill, yaitu komunikasi. Keterampilan komunikasi yang baik dan efektif diperlukan apakah kamu bekerja sebagai barista, akuntan, marketing, mekanik, atau apa pun juga jenis pekerjaan kamu.

Cara mengembangkannya

Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan bagaimana seseoarang bekerja dan berinteraksi dengan orang lain
Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan bagaimana seseorang bekerja dan berinteraksi dengan orang lain

Tidak ada cara lain dalam meningkatkan soft skill selain dari kesadaran diri, kemauan yang besar dari diri sendiri. Kamu harus terbuka terhadap feedback, saran, pendapat, dan pengetahuan. Kemudian, membuat keputusan untuk mengubah sikap dan perilaku, dan mempraktiikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kamu bisa mengikuti cara-cara di bawah ini untuk mengembangkan soft skill kamu:

  1. Mengenali dan mengakui keterampilan lunak apa saja yang perlu kamu tingkatkan melalui refleksi, intropeksi diri, maupun evaluasi dari kerabat yang terpercaya.
  2. Buatlah rencana tindakan untuk perbaikan atas keterampilan lunak yang perlu kamu tingkatkan.
  3. Pertimbangkan untuk bekerja dengan seorang mentor atau senior yang dapat memberikan umpan balik dan mencontohkan keterampilan ini.
  4. Belajar dari berbagai sumber, mulai dari mengikuti kursus dan pelatihan, hingga membaca buku pengembangan diri.

Kalau kamu sudah pernah bekerja, kemungkinan kamu telah mengembangkan beberapa contoh soft skill. Misalnya, kalau kamu pernah bekerja sebagai pramuniaga di jenis industri retail, maka kamu sudah terbiasa dengan keterampilan adaptasi dan kerja sama tim. Selain dari pengalaman kerja, pengalaman organisasi dan ekstrakulikuler kamu selama di sekolah juga bantu kembangkan keterampilan lunak kamu.

Baca juga: 9 Contoh Soft Skill yang Dapat Menunjang Kesuksesan Karier

Penjelasan ringkas di atas bantu kamu memahami secara utuh tentang soft skill. Akan tetapi perlu kamu ingat, hard skill dan soft skill akan selalu beriringan, yang satu tidak lebih penting dari lainnya, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kunci sukses kamu di tempat kerja.

Referensi:
Virtualspeech.com, The Important of Soft Skills, diakses tanggal 27 Agustus 2022
Alyson Doyle, The balance careers, What are Soft Skills, diakses 26 Agsutus 2022