10 TIps Jadi UMKM Naik Kelas

10 Tips Jadi UMKM Naik Kelas

UMKM Indonesia memiliki hampir 59,2 juta pelaku UMKM.  Apakah kamu salah satu diantaranya?  Jika bukan, kamu pasti mengenal lebih jauh tentang UMKM.

UMKM adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah.  Persamaannya adalah bisa dimiliki oleh perorangan atau badan usaha  (bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan).

Apa perbedaan antara Usaha Menengah Kecil dan Menengah?

Perbedaan keduanya yang dilihat dari aspek aset dan jumlah karyawannya.   

  • Usaha mikro memiliki aset maksimum sebesar Rp.50 juta dengan omzet maksimal Rp.300 juta. 
  • Usaha kecil memiliki aset Rp.50 juta hingga Rp.500 juta dan omzet Rp.300 juta hingga Rp.2,5 milyar.
  • Sedangkan usaha menengah, aset Rp.500 juta hingga Rp1 miliar dan omzet Rp.2,5 miliar hingga Rp.50 miliar.

Tenaga kerja yang dimiliki:

  • Usaha rumah tangga 1-5 tenaga kerja
  • Usaha kecil 6-9 tenaga kerja
  • Usaha Menengah memilih 20-29 tenaga kerjUsaha besar 100 tenaga kerja.

Untuk bisa naik kelas dari usaha kecil menjadi menengah atau dari menengah menjadi atas, ada strategi untuk bisa mencapai cita-cita itu.

Sekarang ini persaingan antara UMKM juga makin sengit, kemampuan dari pelaku UMKM harus ditingkatkan untuk bisa naik kelas.

Berikut ini adalah langkah untuk sukses UMKM

1.Menemukan konsumen

Berjualan bukan keinginan kita. Berjualan harus sesuai dengan kebutuhan konsumen. Apa yang paling dibutuhkan saat ini oleh konsumen.  Konsumen yang mana yang membutuhkannya.

Jika kita sudah berhasil identifikasi konsumennya, kita harus pelajari sejauh mana peluang untuk mendapatkan konsumen baru . Biasanya para calon konsumen kita sudah menjadi konsumen dari pesaing UMKM .

Jadi cari pasar baru, lalu konsumen ideal yang mana yang kita targetkan.  

2.Kenali konsumen dengan dekat

Setelah identifikasi siapa konsumen kita.  Kita bisa membuat survey kecil-kecilan seperti:

Aoa yang memotivias mereka untuk membeli

Bagaimana mereka memilih produk kita dibandingkan dengan produk yang lainnya?

Bagaimana produk kita memiliki peran penting bagi konsumen?

3.Merencanakan dan melakukan pendekatan

Setelah kita selesai menyiapkan survey, buatlah rencana untuk mendapatkan responden survey. Cara pendekatannya pun harus dengan santai, waktunya cepat karena mereka biasanya tak suka diganggu terlalu lama, percaya diri dan menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi yang sopan santun (ini untuk offline survey).  Berikan apresiasi setelah selesai survey dengan mengucapkan terima kasih atas waktu luangnya.

4.Mendengarkan kebutuhan mereka

Jika kita memperkenalkan produk baru untuk calon konsumen, tanyakan dulu kebutuhan dan keinginan konsumen yang ingin disampaikan.

Kita bisa mendengarkan kebutuhan konsumen itu apakah sesuai dengan produk yang kita tawarkan.

5. Memilih Produk atau layanan yang sesuai

Varian produk banyak, tapi pilihlah jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan customer.  Berikan insight apa keunggulan dari produk yang dipilihnya dan nilai-nilai dibalik penjualan itu.

Jika konsumen minta option dari beberapa pilihan. Jelaskan satu persatu dengan sabar dan cermat. Kepuasan konsumen jadi acuannya.

6.Buatlah presentasi penjualan

Untuk produk yang perlu penjelasan lebih lanjut misalnya penjualan jasa, buatlah presentasi.  Presentasi ini sangat bermanfaat agar kita dapat memahami produk yang dijual.  Keterbukaan sangat diharapkan karena produk yang dibutuhkan  harus sesuai dengan ekspektasi.

7.Menangani kritik, saran dan masukan

Akhir dari penjualan bukan akhir dari tugas penjualan.  Sebaiknya ada testimoni dari pembeli tentang produk yang dibelinya. Dengan masukan,saran dari pembeli, penjual dapat memperbaiki kualitas atau kekurangan sesuai dengan input dari konsumen.

Baca juga :   Melejitkan Potensi Sebagai Social Media Strategist

8. Membuat konsumen “happy” sesuai dengan pilihannya

Sebagai penjual, kita tak perlu banyak bicara atau memberikan komentar berlebihan tentang produk yang dijual.  Biarkan konsumen memilih apa yang diinginkannya, membuktikan pilihan adalah “the best”. Setelah puas, pasti konsumen akan kembali.

9.Menindaklanjuti penjualan

Setiap penjualan yang sudah terjadi, penjual harus punya data pembeli.  Ketika penjual punya produk baru, harus diberikan update tentang produk barunya melalui email newsletter.  Hubungan dan relasi akan terus terbangun.

10.Evaluasi

Evaluasi adalah Langkah yang sangat penting untuk pencapaian penjualan.

Mengumpulkan semua informasi , tantangan,kendala, kesuksesan penjualan.  Pertimbangkan produk mana yang masih dapat diteruskan untuk dijual, mana yang diperbaiki, mana yang tidak bisa dijual lagi.

Baca juga: Melejitkan Potensi Sebagai Social Media Strategist

Apabila kamu berhasil jadi UMKM naik kelas dengan melakukan langkah di atas, pasti penjualan kamu akan meningkat, otomatis, laba juga meningkat.  Dengan begitu, kamu harus selalu mengembangkan diri untuk tetap melakukan perubahan dan pengembangan diri