tantangan-branding-di-media-sosial

Bagaimana Meningkatkan Branding di Media Sosial? Apa saja Tantangannya?

Bagaimana cara meningkatkan personal branding media sosial? Ternyata tidak terlalu sulit. Personal branding sangat penting untuk berbagai tujuan. Salah satunya adalah agar dikenal dan meningkatkan citra diri sehingga bisa menggiring pandangan seseorang pada pribadi atau orang tersebut.

Media sosial merupakan sarana yang mudah dan murah untuk meningkatkan branding. Kita bisa melakukannya sendiri atau menggunakan jasa admin medsos. Sebelum melakukan branding, sebaiknya membuat perencanaan dan strategi yang akan dilakukan sehingga hasilnya maksimal.

Cara Meningkatkan Personal Branding di Media Sosial

Dengan semakin mudahnya akses internet di semua wilayah, pemasaran produk dan pengenalan diri melalui media sosial merupakan langkah yang mudah dan cepat. Jangan heran jika ada akun yang mempunyai follower jutaan. Banyak orang melakukan segala cara untuk mendapat pengikut karena merupakan pasar lintas batas yang sangat efektif. Beberapa caranya:

Lakukan secara terus menerus

Agar orang lain tertarik dan yakin dengan apa yang ada pada diri kita, harus dilakukan secara konsisten. Personal branding adalah tindakan untuk mempengaruhi alam bawah sadar. Jadi harus melakukannya dengan sangat halus sehingga timbul simpati dan rasa ketertarikan. Tindakan ini tidak akan muncul dengan paksaan.

Buat konten dengan alur jelas

Ada pepatah yang mengatakan bahwa di dunia digital atau media sosial, content is king. Ini benar. Konten mempunyai kekuatan untuk menarik simpati, ajaran dan ajakan secara halus yang bisa mempengaruhi orang.

Karena itu susunlah konten dengan alur yang jelas. Dengan demikian lebih mudah menggiring opini subscriber atau follower yang ujungnya meningkatkan branding. Menyusunnya hingga rapi dan detail dapat memudahkan dalam mengambil langkah sekaligus melakukan evaluasi.

Pahami algoritma dan keunikan platform

Setiap media sosial mempunyai algoritma atau kecenderungan tertentu. Karena itu jika akan menggunakan beberapa jenis harus memahaminya. Namun bisa juga hanya fokus pada satu atau dua media yang paling potensial saja.

Masing-masing media mempunyai spesifikasi dan kecenderungan untuk mendukung upaya personal branding tergantung dari konteksnya. Sebagai contoh, Instagram lebih cocok digunakan oleh orang yang lebih suka membuat konten dalam bentuk gambar. FB lebih cocok untuk konten dalam bentuk tulisan dengan gambar sebagai pemanis dan sebagainya.

Fokus ke konten yang mendapat respon paling banyak

Tidak semua konten yang kita buat mendapat respon positif. Awalnya, kita perlu mencoba beberapa jenis dan bermacam tema sehingga bisa mendapatkan yang paling sesuai. Pelajari responnya seperti yang paling banyak komen, like dan lainnya.

Fokuslah menggunakan konten jenis tersebut karena mayoritas pendukung atau target market ada di sana. Agar tidak membosankan, bisa saja sesekali menyeling dengan tema lain namun jangan terlalu sering untuk menjaga agar follower masih tetap setia.

Membuat komunitas

Kekuatan komunitas sangat besar. ini bisa diistilahkan sebagai kolam. Jika ingin mendapatkan banyak ikan, maka kelola kolam tersebut dengan baik. Sebagai contoh, sebagai penulis. Untuk mendapatkan pembeli buku atau pengguna jasa kepenulisan, dapat membuat komunitas dan kemudian menyampaikan informasi tentang produk.

Apabila melakukannya secara langsung mungkin tidak banyak orang tertarik, maka harus pandai mengemasnya. Misal mengundang mereka untuk mengikuti pelatihan gratis. di tengah acara tersebut bisa menyelipkan promosi mengenalkan karya.

Tantangan untuk meningkatkan personal branding di media sosial

Untuk dapat meningkatkan personal branding, baik di media sosial maupun dengan jalan lain sebenarnya cukup mudah. Sayangnya tidak sedikit yang kurang sabar. Sedangkan untuk menaikkan citra diri perlu waktu dan tindakan konsisten. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk suka, tetapi harus mempengaruhi dengan cara halus. Tantangannya adalah:

  • harus bisa bersabar
  • mengikuti perkembangan teknologi dan algoritma mendos
  • bisa melakukan riset atau pengamatan terhadap kebiasaan masyarakat
  • selalu menjaga citra diri agar audiens tetap percaya pada kita

Meningkatkan personal branding media sosial harus dengan konsisten. Hasilnya tidak dapat langsung terlihat. Namun dengan pengelolaan yang tepat dapat memberikan banyak keuntungan. Nah, apakah sudah mulai tertarik untuk meningkatkan personal branding secara online?