Membangun Brand Awareness

Brand Awareness : Pengertian, Cara Membangun dan Strateginya!

Tahukah kamu tentang Brand Awareness? Pernahkah kamu menyebutkan suatu barang dengan nama brand tertentu?

Misalnya, menyebutkan brand Aqua pada semua merek minuman mineral. Menyebut pepsodent pada pasta gigi apapun. Jika kamu pernah melakukan itu, berarti perusahaan berhasil membentuk brand awareness pada produk mereka.

Apakah Sebenarnya Brand Awareness Itu?

Brand Awareness adalah kesadaran konsumen atau calon konsumen untuk mengenali suatu merek, produk, dan jasa. Brand awareness sangat membantu perusahaan untuk membentuk basis konsumen maupun penjualan.

Oleh sebab itu, kunci sebuah perusahaan dapat lebih unggul dalam persaingan bisnis, salah satunya membangun Brand Awareness. Ini didasari oleh kecenderungan konsumen memilih produk atau jasa dari merek yang dikenalnya.

Depanlayar.id akan mengulas beberapa hal mengenai Brand Awareness. Jadi, baca sampai selesai ya!

Bagaimana cara membangun Brand Awareness dan Loyalty?

Ada sejumlah elemen yang harus digabungkan untuk menciptakan sebuah identitas merek. Bertujuan agar identitas brand kamu dikenal dan melekat dalam ingatan sasaran pasar. Branding membentuk ciri khas karakter produk kamu dengan para pesaing.

Ambil contoh biskuit Oreo, alih-alih memasarkan produknya sebagai biskuit krim. Perusahaan justru membuat tagline “Diputar, dijilat, dicelupin” sebagai cara paling tepat untuk menikmatinya. Merubah makan kue biasa menjadi pengalaman ngemil menyenangkan.

Kekuatan tagline brand itu menjadikan Oreo berbeda dengan makanan ringan lainnya. Branding tersebut membuat Oreo memiliki karakter uniknya sendiri sehingga membuatnya sukses secara konsisten selama lebih dari 110 tahun.

Pencitraan Branding ini sangat luas jangkauannya. Sehingga, banyak komponen untuk membangunnya. Kamu perlu tahu beberapa hal diantaranya adalah siapa targetnya, apa yang diiklankan, dan kapan merubah dan memperbarui citra tersebut.

Elemen dasar sebuah branding adalah ekuitas merek (Brand Equity). Di mana ditentukan oleh Brand Awareness dan Loyalty (loyalitas).

  • Brand Awareness

Terbagi menjadi dua kategori, yaitu pengenalan dan diingat. Ini mengacu pada daya ingat konsumen pada suatu brand setelah mendengar nama atau jingle dari perusahaan tersebut.

Kedua, ingatan yang terlintas dalam pikiran konsumen ketika sebuah kategori dibahas. Misalnya, sebuah merek yang terbayangkan ketika memikirkan suatu benda. Ini akan bervariasi pada setiap orang berdasarkan dimana dia tinggal, serta kebiasan mereka.

  •  Brand Loyalty

Penentuan kedua dengan mengukur seberapa setia konsumen terhadap suatu brand. Misalnya, ada konsumen yang tidak akan membeli merek tertentu. Sementara, ada konsumen lain yang suka membandingkan kualitas produk brand dan tidak bisa berkomitmen pada salah satunya.

Ada pula konsumen yang selalu setia dan selalu kembali menggunakan produk atau jasa kamu. Cara khusus untuk meningkatkan loyalitas konsumen bisa dilakukan dengan melalui program dan insentif bagi konsumen setia.

Dalam benak konsumen kualitas yang dirasakan merupakan nilai yang mereka kaitkan dengan sebuah brand.

Persepsi konsumen adalah segalanya, baik dan buruknya akan selalu dikaitkan dengan merek.

Setiap brand perlu membedakan dirinya dengan para pesaing, menunjukkan brand mereka lebih baik, spesial, dan eksklusif dibanding rival bisnis.  Sebuah Brand bisa melakukan taktik pemasaran influencer.

Selanjutnya, Asosiasi konsumen terhadap suatu brand berdasarkan Brand Ambassador, logo, warna khas brand, hingga tagline yang bisa memicu konsumen untuk memikirkan suatu merek bisnis tertentu.

Berdasarkan beberapa elemen di atas perusahaan dapat memulai evaluasi kekhasan produk brand mereka. Kemampuan memahami nilai brand sendiri dapat membantu memahami target pasar.

Kemudian, dapat menentukan cara beriklan sesuai dengan target pasar.

Tiga Strategi Membangun Brand Awareness

1. Buat Jingle Bisnis Kamu!

Tentu kamu sangat familiar dengan lagu dalam iklan tertentu misalnya, lagu sari roti, tahu bulan, Aqua, Tokopedia, Shopee dan lain sebagainya. Jingle yang enak didengar dapat mempengaruhi seseorang untuk mengingat merek tersebut.

Musik efektif menaikkan ketertarikan konsumen pada sebuah produk. Dari mungkin awalnya hanya tahu jingle kemudian tertarik pada produk yang ditawarkan brand tersebut.

2. Menggaet Influencers

Media sosial telah membuka jalan pemasaran luas lainnya. Perusahaan besar dapat mengeluarkan jutaan dollar untuk melakukan periklanan di media sosial.

Namun, jika bisnis kamu masih kecil dengan anggaran terbatas dapat memanfaatkan kekuatan influencer. Kamu bisa menyesuaikan dengan anggaran yang ada menggunakan selebriti, mikro-influencer, atau nano-influencer.

Menariknya, strategi ini dapat membangun hubungan positif antara brand dengan target konsumen. Influencer bukan hanya memperkenalkan tetapi juga mendorong tindakan konsumen untuk membeli atau menggunakan jasa.

3. Gunakan SEO (Search Engine Optimization)

SEO kini menjadi kunci marketing para pengusaha. Menentukan peringkat kata kunci yang menarik dapat mengarahkan pada website bisnis kamu. Melalui website tersebut, konsumen bisa mengenal brand kamu.

Itu semua disebabkan oleh kebiasaan masyarakat masa kini mencari segala sesuatu melalui internet. Mendominasi daftar pencarian dapat menjadi solusi memperoleh banyak perhatian dari berbagai macam konsumen.

Itulah ulasan mengenai Brand Awareness, Pengertian dan Strateginya. Tidak hanya perusahaan besar, kamu yang baru memulai bisnis juga perlu memahaminya.

Baca Juga :