kendalikan emosi dengan bijak

Pentingnya Kendalikan Emosi dengan Bijak

Siapa tak pernah sedih,kecewa, marah, kesal, frustrasi.  Emosi bagaikan datang tanpa diundang. Setiap kali kita menghadapi relasi, peristiwa baik dengan teman, saudara, ayah, ibu , atasan selalu ada emosi.

Emosi itu gampang sekali meledak jika tidak kita rem.  Luapan emosi adalah reaksi psikologis, fisiologis baik itu kesedihan, kegembiraan, dan lain sebagainya.

Kita tak pernah lepas dari emosi karena emosi adalah bagian hidup kita.  Emosi mempengaruhi semua aspek kehidupan kita.    Aspek kehidupan mulai dari pengambilan keputusan, berinteraksi dengan sesame, bagaimana kita menyikapi keadaan mental dan kesehatannya.

Kondisi emosi yang stabil dan terkontrol membuat kita lebih mudah berinteraksi dengan dengan teman.  Kita bukan tipe yang pemarah atau pendendam.  Teman-teman menyukai diri kita yang supel, mudah bergaul, tidak gampang marah.

Namun, untuk menjaga atau mengontrol emosi itu sendiri tak mudah bukan.  Kita harus mengenal emosi lebih detail.

Mengenal lebih jauh tentang emosi

Sebenarnya definisi emosi bukan sekedar yang dijelaskan di atas.  Menurut  Carolyn MacCann dalam Psychology Today,  emosi adalah pengalaman universal yang dialami oleh setiap manusia dalam semua aspek kehidupannya.   Perasaan emosi itu adalah bahagia, marah, takut, malu,kecewa, sedih, frustrasi dan sebagainya.

Menurut James Gross, seorang Profesor Psikologi asal Universitas Stanford, ada empat komponen dalam emosi, yaitu:

1.Situasi yang sedang dialami;

2.Detail keadaan yang diperhatikan;

3.Penilaian personal terhadap situasi;

4.Respons termasuk perubahan fisik (gemetar, tersipu) dan perilaku kita (berteriak atau menangis).

Situasi yang sedang dialami

Dalam sebuah tim dalam pekerjaan, teman kita tidak mau bekerja secara efektif.  Banyak alasan dikemukakan, ibunya sakit, dia sakit, tak ada kendaraan untuk berkumpul.  Jika harus menunggu dia, pasti pekerjaan yang ditugaskan tidak akan selesai.  

Tetapi jika kita tidak menunggu, kita mengerjakan sendiri, kita merasa tidak adil .  Pekerjaan tim, nilainya seharusnya dibagi dua, kenyataannya, pekerjaan itu adalah hasil kita sendiri.


Detail keadaan yang diperhatikan

Kita melihat situasi psikologis teman kita yang tak mau bekerja sama .  Apakah alasannya benar, atau apakah dia bohong.  

Jika benar, apakah kita perlu melaporkan kepada atasan tentang pekerjaan tim yang tidak dikerjakan berdua tetapi oleh kita sendiri.

Jika tidak benar, apakah kita harus minta kepada teman untuk berterus terang mengapa dia berbohong . Kebohongannya sangat mengecewakan.  Bahkan, kebohongan merugikan dirinya dan kita sebagai teman.

Jadi di sini kita melihat situasi sebagai hal yang penting atau tidak.  Jika penting , biasanya aliran darah emosi kita akan cepat mengalir.   Sebaliknya jika tidak penting,  aliran darah emosi kita tidak akan cepat meledak, kita lebih netral.

Penilaian

Setelah mengenali situasi yang terjadi, kita akan menilai dan menafsirkan apakah sesuatu itu dianggap adil atau tidak. 

Jika tidak adil biasanya, emosi akan menjadi naik , sedangkan jika adil emosi akan datar.

Respons

Selesai dalam penilaian, kita akan merespons apa yang kita pahami.  Respon bukan reaktif, tanpa berpikir.  Sesuatu yang sangat wajar adalah jika kita sudah bisa menilai secara adil, respon kita tentu sangat positif.  Sebaliknya jika tidak dianggap adil, maka respon akan negatif.

Regulasi emosi

Menurut James Gross, definisi regulasi emosi adalah kemampuan untuk meningkatkan atau mengurangi emosi sesuai kebutuhan.

Dalam arti luas, emosi itu adalah seperangkat keterampilan untuk menjaga system emosi agar tetap waras, sehat dan berfungsi.

Emosi tidak mutlak dan permanen.   Alangkah baiknya jika dapat menempatkan emosi dengan memeprtimbangkan kapan kita memiliki dan bereaksi terhadapnya.

Cara Tepat untuk mengatur emosi

1.Berpikir sebelum berekspresi

Luapan emosi harus dibarengi dengan berpikir secara jernih.  Jangan sampai ledakan emosi menimbulkan efek negatif baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.  Dengan berpikir jernih kitab isa mengendalikannya.

2.Mengeluarkan emosi

Emosi juga harus dipahami dan dimengerti dan harus dikeluarkan. Tak boleh dipendam sendiri. Jika dipendam akan menjadi stres dan depresi. 

Apabila kita sedang marah, sadari kemarahan kita dan katakan kepada diri kita bahwa saya sedang marah. Saya tak sangguh tak marah.

Redakan kemarahan setelah semua ditumpahkan.

Baca juga: 7 Manfaatnya Profesional yang Penting Dimiliki

3.Bicara ke profesional

Ada beberapa orang yang tak mampu menguasai perasaannya. Mereka selalu meledak tanpa bisa mengendalikan. Ledakan yang tak bisa direm dan dikendalikan itu membuat beban berat bagi psikis . Jalan satu-satunya adalah berbicara dan berkonsultasi kepada professional, seperti psiakter, psikolog.

4.Menerima keadaan

Tak mudah menerima keadaan pada saat emosi kita pada tahap yang tinggi.  Setelah proses pengendapan emosi, kita bisa berpikir dengan logis dan melihat situasi yang menyakitkan itu memang suatu realitas yang harus diterima.

Emosi adalah bagian self development setiap pribadi.  Menjadi pribadi yang dapat kendalikan emosi dan meregulasikan adalah suatu hal yang sangat penting agar kita tumbuh jadi pribadi yang lebih baik.