Grit kunci kesuksesan

Grit Kunci Sukses Pekerjaan dan Kehidupan

Ingin mengejar sukses?  Tetapi tidak tahu bagaimana caranya.   Grit adalah salah satu cara untuk mengejar sukses baik itu dalam kehidupan maupun dalam bisnis.

Namun, apakah kamu sudah mengenal apa Grit? Sebaiknya kita kenal dulu apa arti Grit.

Grit berasal dari bahasa Inggris.  Pengertian Grit adalah ketabahan, keberanian, ketabahan hati.  

Namun, pengertian Grit jauh luas dari sekedar semangat dan ketekunan.   Orang yang memiliki Grit bukan sekedar tabah dan berani saja tetapi dia mengetahui dengan jelas apa potensi pribadinya yang sangat kuat,  mengembangkan dengan gigih.  Apabila ada kegagalan saat mewujudkannya, dia tetap fokus untuk meraih tujuannya.

Itulah pembeda antara orang yang tak punya grit dengan mereka yang memiliki Grit.  Tak sekedar dengan semangat mengejar kesuksesan, Tapi juga kegigihan saat mereka gagal.

Gagal adalah suatu hal yang selalu terjadi.  Tapi kegagalan bukan berarti putus asa.  Pemilik Grit terus tekun berkelanjutan untuk capai sasaran jangka panjang.  Dia tak mengejar apakah ada penghargaan atau pujian dengan kegigihan itu.

Seorang Angela Duckworwth, peneliti dan psikolog telah menyimpulkan bahwa pembentukan Grit adalah kerja keras dan kemampuan untuk bertahan setelah dia mengalami kegagalan.  Selanjutnya dia juga punya arahan kemana mereka menuju apa yang diinginkan.

Dalam Grit  ada dua dimensi untuk keteguhan (The Power of Passion) atau kegigihan (The Power of Perseverance).   Pertama  adalah passion memiliki kemampuan untuk mempertahankan minat pada suatu tujuan.   Hal ini diperlukan agar kamu bisa tetap fokus dengan tujuan yang sudah kamu tetapkan sejak awal.

Kedua adalah perseverance, merupakan kemampuan untuk tetap berjuang  mencapai tujuan meskipun tantangan dan hambatan ada di depan mata.   Jadi perseverance yang datang awal itu tak membuat kamu jatuh, bahkan tetap dalam trak yang sudah kamu inginkan.

Ada 4 jenis grit yang perlu kamu ketahui

1.Achiever

Mereka telah menetapkan tujuan dan selalu bersikap tekun sampai keinginan itu tercapai.

2.Planner

Mereka yang sangat kritis dalam merencanakan apa yang ingin dicapai, bagaimana mencapai dan tetap memiliki ketekunan.

3.Executor

Tidak sekedar ide saja , tetapi dia langsung praktekkan apa yang diinginkan.  Tapi dia masih perlu bimbingan karena belum berpengalaman.

4. Pivoter

Mengenal dirinya sendiri dan minatnya.  Tetapi dia perlu bantuan orang lain agar tidak kehilangan fokus untuk tetap pada tujuannya.

Apakah ciri-ciri orang yang memiliki grit?

1.Ketertarikan dan rasa penasaran yang cukup berlangsung lama.

2. Menguasai keterampilan dan keahlian yang diminati dan selalu berlatih.  Latihan yang tak nyaman dijalinnya dengan penuh semangat

3.Ketekunan yang tak dimiliki orang lain saat sedang jatuh . 

4. Tidak terpengaruh dengan keinginan atau pernyataan orang lain.

5.Tidak pernah menyerah karena mempertahankan harapan dengan gigih dan mudah beradaptasi.

6.Sering disebut “paragon of grit” bagi mereka yang punya ciri-ciri grit tinggi.


Tentu saja faktor sukses bukan hanya sekedar grit saja, ada faktor lain yang penting dan perlu dimiliki , kerja keras.

Hubungan antara kegigihan dengan pola pikir

Menurut beberapa penelitian ditemukan bahwa kegigihan itu merupakan bagian dari pola pikir atau mindset.  Jadi faktor internal itu membuat seseorang bisa sukses.

Namun Dr.Carol S.Dweck, seorang profesor psikologi dari Stanford University mengatakan bahwa ada dua kategori tentang mindset. Pertama adalah fixed mindset (pola pikir tetap) dan growth mindset (pola pikir tumbuh).

Bagi orang yang punya fixed mindset, kecenderungan bahwa dia akan gagal lebih besar.  Kegagalan dianggap akhir dari suatu perjuangan untuk orang fixed mindset.

Sedangkan untuk growth mindset, kegagalan bukan akhir dari perjuangan, dia akan berpikir ulang dan bangkit dan mulailah perjuangan yang tak ada hentinya sampai dia merasa sudah sampai di tujuan.

Menyeimbangkan grit dan growth mindset

Di Indonesia istilah Grit masih dianggap langka.   Konsep yang dikenal di Indonesia adalah passion dan resiliensi.

Ada perbedaan resiliensi dengan grit.   Grit merupakan pengejaran dan keterikatan dan mencari makna terhadap apa yang sedang dikerjakan.

Baca juga: 7 Manfaatnya Profesional yang Penting Dimiliki

Alat pengukur keberhasilannya adalah mereka yang punya grit tinggi ketimbang mereka yang sekedar grit rendah.

Menurut Angela Duckworth, pengembangan grit ini dapat dilakukan baik secara internal maupun eksternal.

1.Secara internal:Menajamkan apa yang ada di dalam dirinya, dengan merumuskan tujuan dalam kegiatan atau pekerjaan, menumbuhkan harapan dan tetap bertahan meskipun keadaan sulit.

2. Secara eksternal

Menajamkan kemampuan dan ketekunan melalui orang lain, orangtua , guru.  Mereka inilah menjadi pendorong utama untuk bisa mengatasi kesulitan yang dihadapinya.

Over grit yang membahayakan

Sebuah study di Journal of Research in Personality mengatakan bahwa terlalu banyak grit membuat orang rugi.

Kerugian itu karena orang yang terlalu tinggi ekspektasinya tetapi situasi sudah tidak mendukung , tetapi dia tetap bersiteguh menjalankan apa yang diinginkan. Contoh, dia sudah mengalami kerugian besar. BUkannya stop tetapi dia tetap “ngotot” untuk melanjutkan bisnis yang merugi.

Oleh karena itu lebih baik grit itu harus punya growth mindset yang jadi rambu-rambu agar keteguhannya itu dalam batas apa yang dapat ditoleransi.

Begitu besarnya grit untuk kesuksesan, apakah kamu sudah memilikinya?  Yuk, pelajari dengan tepat untuk menggunakannya dengan cara yang benar supaya kesuksesan benar-benar dapat diraih.