miliki resiliensi

Milikilah Resiliensi untuk Hadapi Tekanan

Naik Sepeda di sepanjangan sawah-Sumber: pexels-Rehook-Bike

Dalam hidup ini tidak seorang pun luput dari tekanan.  Tekanan berasal dari dalam maupun luar diri kita..

Jika kamu mengatakan tidak pernah ada tekanan,  hal itu agak aneh karena tidak seorang pun bisa lepas dari tekanan dalam hidup ini.

Tekanan dari dalam contohnya di keluarga kamu, ayah dan ibu mengharapkan kamu jadi dokter, padahal dirimu suka dengan digital.   Terjadilah pertentangan antara keinginan orangtua dan dirimu. 

Tekanan dari luar contohnya di pekerjaan, kamu sudah mengerjakan pekerjaan dengan sangat baik. Tapi atasanmu mengatakan pekerjaanmu kurang baik dan tidak optimal.

Dengan banyaknya tekanan, kamu harus punya senjata untuk menghadapinya. Jika tidak, kamu bisa stres dan berakhir dengan depresi.

Bekerja dalam tekanan juga perlu jalan keluar dan solusi , kita tidak bisa biarkan hidup dalam stres.

Pengertian dari resiliensi:

Kemampuan dan keberhasilan seseorang mengatasi tekanan baik dari dalam maupun luar dirinya.

Awalnya bernama ego-resiliency (ER).  Artinya kemampuan untuk menyesuaikan diri yang tinggi dan luwes untuk hadapi tekanan internal maupun eksternal.

Apabila diajarkan sejak kecil disebut dengan invulnerability atau stress-resistance.  

Keduanya memiliki dianggap sebagai  faktor proteksi melawan kesulitan, walaupun ada perbedaan dalam beberapa hal.

1.Resiliensi menghadapi kesulitan yang substansial , orang yang mampu menghadapinya disebut sebagai orang yang punya sifat kepribadian dinamis.

2.ER dianggap sebagai teori kepribadian dikombinasikan ego-control.  Jadi ada ego resiliency digabung dengan ego-control.

Faktor-faktor yang membentuk resiliensi:

1.Faktor risiko:

Hal-hal yang dapat membuat dampak buruk sehingga individu berisiko mengalami gangguan perkembangan psikologis.

2.Faktor pelindung

Faktor yang sifatnya menunda, meminimalkan , menetralisir yang negatif.

Ada 3 faktor pelindung yaitu:

a.Faktor individual:  faktor bersumber dari individu karena memiliki sifat yang sociable, self confident, self-efficacy, harga diri yang tinggi.

b.Faktor keluarga: kedekatan dengan orang tua yang peduli untuk memperhatikan anak dengan pola asuh yang sangat hangat dan  perkembangan jiwa dari anaknya.

Baca Juga Perencanaan Pengembangan Diri untuk Wujudkan Impian

Aspek-aspek yang membentuk resiliensi:

Setiap individu pasti berbeda dengan aspek dibawah ini. Tapi aspek ini sangat membantu bagi individu untuk punya resiliensi, yaitu:

1.Insight:   proses perkembangan individu yang mengetahui dengan tepat tentang masa lalu dan mempelajari perilaku dengan lebih tepat.

2.Independence:  kemampuan untuk memisahkan antara emosional, fisik dan sumber masalah.

3.Relationship: Individu yang punya kemampuan mengembangkan hubungan jujur, berkualitas dan menjadi role model yang baik.

4.Inisiatif:  keinginan yang kuat untuk bertanggung jawab atas hidupnya.

5.Creativity:   Kemampuan memikirkan pilihan, konsekuensi dan alternatif hadapi tantangan hidup.

6.Humor: Individu yang memiliki rasa humor untuk memperoleh kebahagian dalam situasi yang rumit sekali pun.

7.Morality : kemampuan individu untuk berperilaku sesuai dengan dasar hati nurani.  Memberikan kontribusi dan membantu orang yang membutuhkan.

Pasti kamu ingin mengukur dirimu punya resiliensi atau tidak. 

Baca juga: Pentingnya Self Improvement dan Self Growth

 Inilah ciri-ciri dari orang yang memiliki resiliensi:

Orang yang mudah easygoing, bersosialisasi dan berpikir dengan positif dan memiliki keterampilan sosial dan orang sekitar yang mendukung , memiliki lebih dari satu bakat, percaya diri dan mampu mengambil keputusan , memiliki spiritualitas dan religious .

Jika kamu telah memiliki ciri-ciri orang yang punya resiliensi,  pastikan kamu dapat melangkah dalam situasi tersulit baik itu di pekerjaan, rumah tangga atau lingkungan.

Sumber referensi:

Mengenal Resiliensi dalam Ilmu Psikologi