Supply Chain Management: Definisi, Proses Bisnis, Fungsi Manajemen.

supply chain management process
freepik.com/author/tirachardz

Pada suatu perusahaan, penting untuk menerapkan Supply Chain Management (SCM). Karena dalam SCM memberikan manfaat untuk mengetahui pengeluaran biaya produksi dan distribusi sehingga bisa ditekan.

Selain itu, penekanan biaya produksi dan distribusi produk, Supply Chain Management juga memuat jaringan antar perusahaan. Penjelasan tentang definisi Supply Chain Management, proses bisnis, fungsi manajemen, tahapan akan dijelaskan di bawah ini.

Definisi Supply Chain Management

Manajemen rantai pasok atau Supply Chain Management merupakan sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja sama secara bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir.

Rangkaian atau jaringan ini terbentang dari penambangan bahan mentah (di bagian hulu) sampai retail / toko (pada bagian hilir). Diantaranya termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan-perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik.

Baca juga : 6 Ide Kerajinan Bambu yang Mudah Dibuat!

Tujuannya tentu untuk menjaga ketersediaan produk di dalam perusahaan dan memang dibutuhkan di perusahaan. Dengan demikian, rantai pasokan dapat berjalan secara optimal dan perencanaan biaya yang matang.

Ada tiga aliran dalam supply chain, yaitu:

  1. Aliran material, yaitu aliran berupa aliran barang dimana mengalir dari hulu (upstream) ke hilir (downstream). Contohnya yaitu aliran barang dari pabrik ke distributor.
  2. Aliran Informasi, aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau sebaliknya (upstream dan downstream).
  3. Aliran uang dan sejenis, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu (upstream dan downstream).

Proses Bisnis

ada SCM, aktivitas-aktivitas dibagi menjadi beberapa proses bisnis, antara lain:

1. Customer Relationship Management (CRM)

Dilansir dari Barantum, CRM atau manajemen hubungan antar pelanggan adalah sebuah strategi bisnis untuk meningkatkan hubungan baik antara pelanggan atau calon pelanggan dan perusahaan seperti memperbaiki sistem operasional maupun meningkatkan service.

Umumnya, aktivitas ini melibatkan tim pelayanan pelanggan (customer service) yang membuat dan melaksanakan program bersama, persetujuan produk berupa barang dan jasa, serta meningkatkan kinerja untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

2. Customer Service Management (CSM)

Dilansir dari Gramedia, CSM merupakan sumber tunggal informasi pelanggan yang mengurus persetujuan produk dan jasa. Customer Service memberitahukan kepada konsumen terkait informasi tanggal delivery dan ketersediaan produk melalui hubungannya dengan bagian produksi dan distribusi.

3. Demand Management

Dilansir dari Netsuite, Demand Management merupakan metodologi perencanaan. Disini perusahaan memperkirakan bagaimana langkah dalam memenuhi permintaan akan layanan dan produk.

4. Customer Demand Fulfillment

Pada Customer Demand Fulfillment, proses ini adanya integrasi secara menyeluruh dalam bidang bidang perusahaan dalam melakukan setiap tahap mulai dari rencana kerja, penyaluran, pengiriman dan lain sebagainya. Relationship yang terjadwal dibutuhkan dalam hal ini untuk menekan biaya operasional.

5. Manufacturing Flow Management

Pada Manufacturing Flow Management, harus memahami bagaimana aliran barang yang menghubungkan persedian produk ke bagian penyaluran barang. Seringkali, jika ada jadwal produksi akan muncul persediaan yang tidak perlu dikarenakan kebutuhan berubah secara cepat dan dari waktu ke waktu.

Maka dari itu, untuk mencapai proses produksi tepat dari segi waktu dan jumlah, manajer perusahaan harus berfokus terhadap biaya-biaya perubahan yang rendah agar mendapat penekanan biaya yang optimal.

Fungsi Manajemen Pada SCM

Adapun fungsi manajemen pada supply chain management adalah sebagai berikut:

  1. Fungsi SCM secara fisik yaitu mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan menghantarkan ke pemakai akhir. Fungsi pertama ini berkaitan dengan ongkos-ongkos fisik, seperti ongkos material, ongkos storage, ongkos produksi, ongkos transportasi dan sebagainya.
  2. Fungsi SCM sebagai mediasi pasar, yakni memastikan bahwa apa yang dipasok oleh rantai supply akan memenuhi kebutuhan konsumen di akhir. Dalam hal ini, pelaksanaan SCM dapat mengidentifikasi produk yang diminati konsumen.

Nah, itu mengenai definisi, proses bisnis dan fungsi manajemen Supply Chain Management yang telah Depan Layar rangkum. semoga bermanfaat!

Sumber Referensi :

  1. Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management)
  2. Manajemen Rantai Pasokan Itu Apa Sih? – Supply Chain Managemen
  3. Logistik Dan Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management)
  4. Apa itu CRM? Ketahui Semuanya disini!
  5. Supply Chain Management: Pengertian, Komponen, Tujuan, Manfaat, Prinsip dan Proses