Dari Passion Tanaman Hias jadi Bisnis, Cuan pun Meningkat Pesat!

Siapa punya passion?  Pasti tiap orang punya passion dong! Salah satu teman saya punya passion merawat tanaman hias.   

Tiap pagi disapanya tanaman hias itu.  Dirawat dan disayangi bagaikan anak bayi.  Kesehatan selalu terjaga, mulai dari pupuk, air hingga pot yang terus diganti saat tanaman hias itu menjadi besar.

Jika kamu juga punya passion untuk tanaman hias , inilah tips dan trik yang perlu dipelajari agar dapat cuan yang pesat.  

Awalnya Lisa (bukan teman sebenarnya), teman saya tak pernah berpikir untuk bisnis tanaman hias. Tiap hari dia hanya melihat tanaman pohon tanaman indoor seperti Dracena Gold, Lidah Mertua, Anthurium

Dracena gold: Sumber: pinterest-May-Huang

Ayahnya menyewakan tanaman pohon ini ke kantor-kantor. Saat itu tanaman indoor sedang booming.   Setiap kantor butuh tanaman hijau untuk menambah kecantikan interior kantornya.

Tak berapa lama kemudian, Lisa  ingin punya tanaman hias sendiri. Lalu dia iseng beli satu tanaman dracaena gold.  Saat dia merawat  tanaman itu , tanaman itu tumbuh sangat cantik.  Tiba-tiba temannya datang ke rumahnya.   Temannya minta supaya tanaman hias itu dapat dibelinya. 

Dia tak mau memberikan karena dia sangat sayang tanaman itu.   Namun, temannya terus mendesak. Bahkan, temannya mau bayar dengan harga tinggi.

Kaget bukan main tanaman hias yang dia pikir hanya untuk kepuasan dan kesukaan hobi merawat tanaman, dapat berubah menjadi bisnis.  

Mulailah dia mengembangkan bisnis dari jualan satu tanaman, menjadi berbagai macam tanaman hias .  Kendala dari modal dapat diatasi karena perputaran pembelian cepat.

Di tangan dinginnya, dia bisa mengelola  bisnis yang kecil itu berkembang besar . Berbagai pelayanan, cara marketing telah ditempuhnya.  Omzet sekarang sudah sangat besar bak UMKM Menengah.

Berikut ini Langkah-langkah sebelum memulai bisnis tanaman hias:

1. Cermat Memilih Jenis Tanaman Hias

Pelajari dulu pangsa pasar saat ini apakah pembeli tanaman hias menyukai tanaman hias bunga atau tanaman hijau (daun).

Meskipun keduanya bisa saling melengkapi untuk dijual, tetapi budidaya yang harus dikuasai juga perlu diperhatikan.

Contoh tanaman hias bunga:

Aglaomena: Sumber: kompas.com/shutterstock-puspaWarna
  • Bunga anggrek
  • Aglaonema
  • Bunga Mawar
  • Bunga Melati

Contoh tanaman hijau

  • Janda Bolong/monstera
  • Lidah Mertua
  • Sirih Gading Palem Bambu
  • Kaktus

Sebagai pemula, sebaiknya pertimbangkan untuk jualan satu dua jenis tanaman saja. APabila sudah mahir, barulah menambah stok dengan jenis lain dan harus terus mempelajari budi dayanya.

2.Perhatikan budi daya 

Setiap tanaman punya proses budaya yang berbeda satu dengan lainnya. Contohnya bunga mawar tidak suka dengan penyiraman air, tetapi suka dengan matahari.   Sementara Aglaonema tidak bisa terpapar matahari secara langsung.  Apabila terpapar matahari, daun Aglaomena dapat terbakar, tanaman sulit berkembang dan memudar. Jauhkan dari matahari .

Mempelajari masing-masing budidaya dari tanaman hias, mempraktekkan dan memonitornya. APabila ada yang tidak berkembang baik, harus cepat dianalisa.  Apa yang salah?

Mencari wawasan budidaya tanaman hias dari berbagai sumber seperti buku, video, ahli botani, petani atau pelaku bisnis tanaman hias lain.

Tak lupa yang perlu diperhatikan media tanam  harus dilakukan dengan efisien dan efektif , baik itu pupuk dan penambah vitamin.

Ada yang membuat media tanam sendiri.  Hal ini menghemat biaya produksi, tapi ingat bahwa apakah ada waktu dan staf yang dapat menanganinya.

3. Siapkan modal usaha

Setiap penambahan jenis tanaman hias yang dijual, pasti akan menambah modal.  Biasanya modal kecil untuk tanaman yang mudah ditanam dulu.

Namun, seiring dengan waktu, bisnis mulai besar, modal usaha pun harus makin besar. Jika tak punya dana cukup usahakan tidak meminjam bank dulu. Mungkin dari tabungan yang ada.

Alokasikan dana-dana pengeluaran, mulai dari pupuk , bibit, tempat/pot, peralatan, staf yang melayani hingga biaya promosi.

4.Lokasi tempat jualan

Setiap bisnis pasti harus punya tempat usaha.  Terutama untuk tanaman hias. Alasannya tempat usaha itu sebagai  Etalase  utama melihat betapa indahnya penataaan tanaman hias . 

Jatuh cinta ketika melihat pertama kali di suatu lokasi yang ramai dan potensial untuk mudah dikunjungi jadi prioritas utama.

Perlu diperhatikan juga apakah suhu di Kawasan tempat usahamu juga sesuai dengan tanaman yang dijual.

5.Strategi Pemasaran yang unik

Pemasaran tidak hanya masuk ke media sosial saja. Tapi cara-cara unik perlu diterapkan. Contohnya di hari tertentu misalnya hari konsumen,  ada lelang beberapa tanaman hias yang bagus.  

Baca juga: Perencanaan Pengembangan Diri untuk Wujudkan Impian

Ada juga adakan kursus gratis menanam tanaman hias, diadakan untuk komunitas pecinta tanaman hias.

Apakah kamu ingin menekuni bisnis tanaman hias?  Siapa tau cuan menghampiri dirimu.

Sumber referensi:

7 Tips Memulai Bisnis Tanaman Hias, Cocok Bagi Pecinta Flora: https://store.sirclo.com/