,

Realita Drama Startup di Dunia Nyata

Ilustrasi perusahaan startup (unsplash.com/ProxyclickVisitorManajemenSystem)

Startup telah menjadi trend akhir-akhir ini, banyak orang berlomba-lomba untuk mencoba mendirikan perusahaan rintisan tersebut. Apalagi setelah tayang sebuah drama korea yang bertajuk startup.

Dibintangi oleh aktor dan aktris ternama, jalan cerita drama tersebut juga sangat menginspirasi kaum muda untuk dapat berkembang dan berjuang terutama dalam dunia startup.

Penasaran dengan sinopsis drama tersebut? Mari kita bahas bersama kaitannya dengan realita bisnis startup terutama perkembangannya di Indonesia.

Sinopsis

Cuplikan drama Startup (instagram.com/tvn_drama)

Drama ini berkisah mengenai perjaanan anak muda dalam merintis bisnis mereka  dengan membuat sebuah perusahaan startup. Film ini dibintangi oleh Bae Suzy sebagai Seo dal mi,  Nam joo hyuk sebagai Nam do san, Kim seon ho sebagai Han ji pyeong, Kang Hana sebagai Won in jea.

Seo Dal Mi (Bae Suzy) merupakan seorang anak muda yang memiliki mimpi untuk menjadi Steve Jobs dari Korea. Demi mewujudkan mimpinya itu ia berjuang agar bisa masuk ke sanbox dengan mengikuti seleksi untuk menjadi CEO startup yang akan dibangun di bawah sanbox. Setelah terpilih ia membentuk tim bersama Nam Do San dan beberapa orang.

Nam Do San (Nam Joo Hyuk) merupakan perintis perusahaan teknologi Samsan Tech yang sedang membutuhkan investor karena perusahaannya yang merugi. Kemudian ia bertemu dengan Han Ji Pyeong (Kim Seon Ho) yang telah berhasil menjadi seorang tim di SH Venture Capital dan memintanya untuk menjadi investor di perusahaan Samsan Tech.

Ji pyeong bersedia asalkan Do san mau mengaku kepada Dal Mi sebagai Nam Do San yang selalu berkirim surat dengannya. Sejak saat itu mereka bertiga saling berhubungan dan menjadi rekan kerja hingga dapat mendirikan perusahaan startup yang bersaing dengan milik kakak Dal Mi yaitu Won In Jea (Kang Hana).

Dalam satu kesempatan perusahaan mereka akhirnya memenangkan pendanaan bahkan diakuisisi oleh perusahaan luar. Akan tetapi saat itulah konflik yang lebih rumit mulai bermunculan. Dari mulai Dal Mi yang mengetahui bahwa ternyata orang yang selalu berkirim surat selama ini adalah Ji Pyeong bukan Do san yang asli, hingga Dal Mi harus berpisah dengan timnya termasuk Do San selama beberapa tahun karena sebuah kesalahan.

Namun meski diterpa banyak masalah Seo Dal Mi tidak menyerah begitu saja, ia tetap berjuang mewujudkan mimpinya dengan cara bergabung dengan perusahaan kakaknya hingga ia sukses.

Hal positif yang bisa diambil dari drama startup

Presentasi tim Seo Dal Mi, drama startup (instagram.com/tvn_drama)

Drama yang mengambil latar mengenai perusahaan startup tersebut selain kaya akan pengetahuan mengenai perusahaan rintasan juga terdapat banyak hal positif yang dapat diambil di antaranya.

  1. Berinovasi dengan mengedepankan manfaat, Dal Mi dan timnya menciptakan inovasi yang menggabungkan kecerdasan visual dengan suara untuk membantu pada tunanetra yang disebut NoonGil.
  2. Tidak pernah menyerah dalam mencapai sesuatu meskipun banyak rintangan, seperti Dal Mi yang selalu gigih mencari investor walau sering ditolak demi terwujudnya rancangan aplikasi miliknya.
  3. Menjadi professional dengan tidak mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan.
  4. Harus lebih teliti dalam mengambil keputusan misalnya dalam menangani urusan kontrak kerja, baca dan pahami dengan baik jangan cepat menyetujui.
  5. Walaupun dalam persaingan, saudara harus tetap saling mendukung sepert Seo Dal Mi dan Won In Jea. Hingga akhirnya keduanya mendapatkan mimpi mereka.

Itulah sekilas mengenai drama Korea Startup. Lalu perkembangan bisnis perusahaan rintisan di Indonesia sendiri seperti apa? Berikut penjelasnnya.

Perkembangan perusahaan rintisan di Indonesia

Ilustrasi grafik perkembangan startup di Indonesia (unsplash.com/NicholasCappello)

Startup adalah sebuah perusahaan rintisan yang baru berkembang. Perbedaannya dengan perusahaan konvensional dapat dilihat dari pemodalan, startup berasal dari investor sedangkan perusahaan konvensional berasal dari modal sendiri.

Selain itu, struktur organisasi operasional perusahaan rintisan cenderung ditentukan oleh manajemen perusahaan sementara investor tidak banyak mencampuri bisnis startup. Sedangkan perusahaan konvensional, jalannya perusahaan dipengaruhi oleh kehendak pemilik perusahaan dan pemilik modal/investor bisa masuk ke dalam manajeman perusahaan.

Di Indonesia sendiri bisnis startup cukup diminati. Dilansir dari laman Kompas.com berdasarkan data startup Ranking per Maret 2022 terdapat 2.331 perusahaan rintisan di Indonesia, dan menduduki posisi terbanyak kelima di dunia.

Beberapa bisnis perusahaan rintisan di Indonesia tersebut sudah ada yang mencapai Unicorn di antaranya Traveloka, Bukalapak,  OVO, Kopi Kenangan, Ajaib, dan akulaku sedangkan yang telah mencapai Decacorn ada GoT dan J&T Express.

Sebuah pencapaian yang luar biasa. Nah, itulah pemaparan singkat mengenai startup dari mulai dramanya yang menginspirasi hingga perkembangan bisnis rintisan tersebut di Indonesia. Bisnis apapun yang akan dibangun kunci yang tidak boleh diabaikan adalah inovasi, kebermanfaatan dan pantang menyerah. Semangat!