Bisnis Pemula

Bisnis untuk Pemula? Berikut 7 Tips dan Triknya!

Di zaman yang erat persaingan, menuntut manusia untuk terus memutar otak. Lapangan pekerjaan dan jumlah pengangguran yang tidak seimbang. Ini menimbulkan persaingan yang ketat antar para pencari pekerjaan. Oleh karena itu, memulai bisnis Kamu sendiri bisa menjadi salah satu solusi. 

Selain bisa lepas dari status pengangguran. Kamu juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak pengangguran di luar sana. 

Sayangnya, membangun bisnis dari nol perlu nyali dan modal. Sehingga, perlu persiapan agar tetap bertahan bersaing dengan kompetitor. Karenanya, sebelum memulai bisnis persiapkan diri dengan baik, belajar dan praktek.

Apa saat ini kamu sedang bingung untuk memulai bisnis baru? Kabar baiknya, Depan Layar telah merangkum beberapa tips yang harus dilakukan sebelum berbisnis. Yuk, simak artikel sampai selesai!

1. Bangun Bisnis Sesuai dengan Passion

Bisnis dari Passion
Ilustrasi Orang Menentukan Passion Diri
Unsplash.com/LinkedInSalesSolutions

Motivasi terbesar seseorang melakukan sesuatu dikenal sebagai Passion. Sebab, Passion akan menggugah diri untuk terus belajar dan mencoba. Investasi waktu, tenaga dan uang akan terasa berat jika Kamu tidak menjalankan sesuai passion. Sebaliknya, Kamu akan merasa semuanya seperti beban hingga malas untuk melakukannya. 

Jadi, agar semuanya berjalan sesuai rencana yang sudah kamu buat. Yakinkan dirimu untuk pantang menyerah pada risiko yang terjadi kedepannya. Terpenting, optimalkan upaya kamu dalam mencapai kesuksesan dalam berbisnis. 

Baca Juga : 4 Rekomendasi Film Bisnis dan Finansial Terbaik

2. Buat Perencanaan Bisnis

Sebelum memulai bisnis sebaiknya matangkan perencanaan kamu. Susun bisnis plan secara sederhana. Tujuannya, untuk memudahkan pengecekan progress bisnis yang sedang kamu kembangkan. Evaluasi progress, penting dilakukan untuk mencari celah yang harus diperbaiki. 

Petakan rencana bisnis dalam jangka pendek dan panjang misalkan enam bulan ke depan, satu tahun hingga beberapa tahun ke depan. Apa tujuan yang ingin digapai serta cara yang harus dilakukan untuk mencapainya. 

Setelah itu, hitung modal yang dibutuhkan. Bahkan, untuk bisnis tanpa modal misalnya menjadi affiliate online. Pengeluaran biasanya pada koneksi internet dan maintenance device (bila ada kerusakan). Jika manajemen keuangan sudah rapi, kamu bisa dengan mudah menentukan kebutuhan yang penting selanjutnya, misalnya riset pasar.

Lakukan riset pasar, mencari produk atau jasa yang sedang dibutuhkan masyarakat. Kamu bisa mengikuti trend, meskipun tantangannya juga cukup besar. Pastikan jika bisnis kamu tetap cemerlang meski trend sudah mulai redup dan usang. Bijaknya, carilah produk atau jasa yang akan dibutuhkan orang kapanpun dan di mana pun.

3. Menyiapkan Produk Bisnis

Melakukan riset produk bisnis
Ilustrasi Melakuakn Riset Produk
Unsplash.com/UXIndonesia

Setelah melakukan riset pasar, dari riset yang mendalam itu kamu bisa mengetahui produk apa yang sedang laris di pasaran. Tidak hanya berbentuk barang, produk juga bisa berbentuk jasa. Dalam menentukan produk, pastikan produk itu dibutuhkan dan solusi bagi calon konsumen. 

Oleh karena itu, jangan ragu untuk melakukan uji coba penjualan produk. Misalnya, kamu bisa tawarkan produk pada sirkel pertemanan, mutual atau bahkan keluarga sendiri. Mintalah pendapat pada mereka tentang produk kamu. Pastikan pendapat itu membangun bukan hanya kata-kata berlapis gula yang merugikanmu. Untuk itu, kamu harus terbuka pada kritik dan saran.

Satu lagi yang terpenting yaitu cari supplier terpercaya. Jangan sampai ketika kamu membutuhkan produk, supplier menghilang tanpa jejak. Pastikan mereka selalu menyediakan produk dengan standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan. 

4. Mengenal Konsumen dan Kompetitor Bisnis 

Wajib hukumnya para pelaku bisnis untuk paham dengan kebutuhan konsumen dengan baik. Tujuannya, bisnis bisa terus upgrade dan relevan dengan kebutuhan customer. Pastikan konsumen tidak berpindah pada kompetitor bisnis kamu.

Lalu, bagaimana cara mengenal konsumen? Langkah pertama pahami pola pikir mereka. Di dunia bisnis dikenal sebagai Customer Journey atau perjalanan konsumen menemukan produk/jasa yang kamu tawarkan. Proses konsumen mengenal, melihat-lihat, hingga membeli produk.

Mungkin, konsumen akan membandingkan produk kamu dengan kompetitor. Pastikan kamu menyediakan pelayanan terbaik dan memperlakukan konsumen bak Raja. Kepuasan itu membuat mereka akan selalu datang kembali. Bahkan, dengan konsumen baru. 

Walaupun begitu, jangan pernah puas dengan apa yang sudah kamu usahakan. Tetap lakukan pembaruan sembari mengukur kekuatan kompetitor. Pelajari apa yang membuat konsumen berlari ke arah kompetitor. 

5. Siapkan Taktik Bisnis yang Efektif

Pahami bahwa setiap bisnis perlu taktik atau strategi yang baik. Strategi itu menjadi kendaran kamu untuk sukses dalam bisnis yang dibangun. Seperti yang kamu tahu, kondisi pasar selalu tidak menentu. Kesulitan berbisnis baik karena faktor internal maupun eksternal bisa diatasi dengan strategi bisnis yang efektif.

Tanamkan dalam diri kamu untuk selalu terbuka, berpikir kritis dan berani mengambil resiko. Dengan pemikiran ini, kamu bisa menemukan strategi efektif dan tepat untuk bisnis yang sedang kamu bangun.

6. Lakukan Promosi, Maksimalkan Branding dan Brand Awareness

Memaksimalkan Branding dan Brand Awarness
Ilustrasi Mengenalkan Brand dengan Influencer
Unsplash.com/JarritosMexicanSoda

Bagaimana konsumen akan tahu produk yang ditawarkan, jika kamu tidak mengenalkannya di pasaran. Adanya promosi serta branding yang maksimal bisa mengupayakan statistik penjualan yang tinggi. 

Menurut Fandy Tjiptono, Promosi adalah bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan untuk menyebarkan informasi, memperkenalkan, mempengaruhi, membujuk, untuk meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan. Sedangkan, tujuannya untuk membuat konsumen bisa menerima, membeli bahkan setia dengan produk yang ditawarkan. 

Misalnya, kamu bisa memikirkan satu nama mereka yang mudah diingat masyarakat. Selain itu, hal yang dipenuhi jika melakukan sebuah branding yaitu pembuatan logo. Pastikan, logo unik sehingga meninggalkan kesan dan tidak mudah terlupakan. 

Kemudian, tampilan visual produk juga harus menarik, jika memungkinkan buat slogan dan tagline yang bisa menarik konsumen. Apa kamu sadar pedagang tahu bulat menggunakan jingle dengan suara yang khas dan sederhana. Ini jelas akan menarik konsumen dengan produk mereka.

Pendeknya, dengan itu semua, konsumen akan dengan mudah mengenali produk yang kamu tawarkan. Semakin unik dan spesifik akan membangun identitas brand dan mudah dikenali konsumen.

Manfaatkan kemajuan teknologi untuk mengenalkan produk kamu. Mengoptimalkan Media Sosial, menggunakan layanan periklanan online berbayar, membuat website brand, hingga mengintegrasikan produk ke akun e-commerce. 

Baca Juga : 3 Jenis Audience Temperature untuk Memaksimalkan Omset Bisnis

7. Evaluasi

Lakukanlah evaluasi terhadap apa yang sudah kamu lakukan. Pahami rancangan bisnis yang sudah kamu buat di awal dan lihat titik pencapaiannya. Apa ada yang perlu disempurnakan bahkan perlu ditingkatkan kembali kualitasnya. 

Beranikan diri untuk berinovasi pada produk dan pelayanan yang kamu berikan pada konsumen. Usahakan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik pada mereka. Agar konsumen selalu mempercayakan pilihan pada bisnis kamu.

Jadi, itulah tips memulai bisnis bagi pemula yang berhasil depanlayar.id rangkum. Kamu bisa mengikuti tips di atas, di samping tetap bereksplorasi dan berimprovisasi pada kemampuan yang kamu miliki.