Ingin Tahu Passion di Dunia Kerja? Pahami 2 Elemen Perencanaan Karir yang Sering Dibutuhkan Perusahaan!

Arah hidup manusia sangat ditentukan oleh tiga keputusan penting yang pernah dibuat. Pertama, keputusan untuk memiliki bidang pendidikan yang akan ditempuh. Kedua, keputusan untuk memilih pasangan hidup, dan keputusan ketiga adalah memilih karir (dalam arti sempit sering diartikan memilih bidang pekerjaan). Ketiga kesempatan tersebut memiliki porsi dengan kepentingan yang berbeda. Salah satunya adalah keputusan untuk memiliha bidang pekerjaan.
Di era serba digital ini, perusahaan tidak akan basa-basi dalam merekrut pegawai. Sistem siapa cepat dia dapat tidak lagi dibutuhkan jika pegawai yang direkrut adalah pegawai yang kurang memenuhi kualifikasi. Perlu diketahui, perusahaan sering melihat kompetensi calon pegawai dengan cara melihat latar belakang terlebih dahulu. Latar belakang tersebut akan menjadi acuan dasar perusahaan bahwa kualifikasi jobseeker memang dibutuhkan. Setelah mengetahui latar belakang, perusahan akan melihat ke sisi lainnya, yaitu kompetensi dasar.
Tidak jarang perusahaan menyuruh jobseeker datang secara langsung untuk membawa berkas lamaran dan wawancara di tempat. Hal ini menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menilai kegigihan seseorang. Akan tetapi, di era modern ini jobseeker lebih memilih untuk mengirimkan berkas lamaran melalui jasa kirim (kantor pos) atau surel (surat elektronik). Selain mudah aksesnya, kedua hal tersebut tidak membutuhkan banyak pengeluaran (tenaga dan biaya). Akan tetapi siapa sangka meski sudah mengirim berkas lamaran melalui jasa kirim atau surel jobseeker tidak kunjung mendapat panggilan? Apa yang menyebabkan jobseeker tidak mendapat respon yang baik? Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Mengutip dari Nurmasari (2015) https://journal.uir.ac.id/index.php/JIAP/article/download/1564/983#:~:text=sasaran%2F%20tujuan%20tersebut.-,Program%2Dprogram%20perencanaan%20dan%20pengembangan%20karir%20memberikan%20kesempatan%20kepada%20para,keahlian%20dan%20kemampuannya%20untuk%20mencapai, perencanaan karir terdiri dari dua elemen. Dua elemen tersebut merupakan elemen dasar yang sering dibutuhkan perusahaan dalam menciptakan calon pegawai yang ideal. Tidak semata untuk kualitas perusahaanya, melainkan untuk menciptakan kualitas sumber daya manusianya. Dua elemn tersebut adalah:
1. Perencanaan Karir Secara Individu
Perencanaan karir secara individu menjadi hal yang paling dasar bagi perusahaan dalam mencari pegawai yang kompeten. Hal ini biasa disebut dengan “siapa saya” yang secara garis telah mencakup latar belakang, keahlian, passion, psikologi, dan lain-lain. Perencanaan karir secara individu perlu dilakukan oleh jobseeker dalam mengenali kemampuan dan potensi yang ada pada diri masing-masing. Perencanaan karir individual dapat meliputi penilaian diri sendiri, mampu merumuskan tujuan, dan pandai mencari kesempatan yang ada dan diberikan.
2. Perencanaan Karir Secara Sosial (Kelompok)
Perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan kebutuhan perusahaan. Adanya sumber daya manusia yang unggul akan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Akan tetapi, perusahaan perlu memberikan tempat berkembang selain perusahaan yang menjadi wadah berkarirnya. Perlu diketahui, perencanaan karir secara sosial memiliki tujuan yang tidak jauh beda dengan individu. Perbedaanya terletak pada kebutuhan optimalisasinya. Jika karir individu dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan secara transisi, maka karir secara sosial dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan secara berkala dan diharapkan menemukan hasil. Hasil tersebut nantinya akan dievaluasi secara bertahap.
Kedua elemen tersebut sering diincar oleh perusahaan, mengingat perusahaan merupakan instansi yang membutuhkan kedua elemen tersebut secara seimbang. Tidak menutup kemungkinan seseorang yang berpotensi mengenali passion nya akan menjadi seseorang yang mampu mengintegrasikan kebutuhan perusahaan secara maksimal. Hal ini dapat dilihat berdasarkan keseimbangan antara pribadi dan sosial yang diharapkan dapat berjalan secara stabil di perusahaan, tanpa adanya dominasi elemen yang berpotensi menjatuhkan.