Hindari Resistance Kunci Keberhasilan

Hindari Resistance Kunci Keberhasilan dalam Karir

Doing a protest-Malhotra-Gayatri-Unsplash – https://www.unsplash.com/

Layaknya seorang pekerja pemula, memasuki dunia kerja bagaikan suatu dunia baru. Bukan dunia kuliah lagi.  Ketika menapak dunia kerja , kita tentu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bisa langsung diterima, beradaptasi, dan resistance untuk berubah.

Lho, apa itu resistance untuk berubah?  Kok, kedengarannya seperti sesuatu yang tidak baik.  Sesuatu bernada negatif.  

Resistance bisa dianggap positif  apabila seseorang bisa mempertahankan konsepnya yang benar.

Resistance bisa dianggap negatif apabila seseorang “bebal” untuk berubah, mempertahankan konsepnya yang tidak benar.

Sekarang apa kaitannya dengan resistance dalam dunia kerja?  Dalam dunia kerja yang sekarang ini terus berkembang dan berubah, para eksekutif  atau atasan harus melakukan perubahan yang terjadi setiap saat baik dari  segi manufacturing, kebijakan, keuangan, prosedur, dan sebagainya.  

Sayangnya, banyak  atasan atau eksekutif yang sangat sulit posisinya ketika berhadapan dengan pekerja yang “resistance” untuk tidak berubah.   Artinya para pekerja sama sekali tak ingin berubah. Hal ini dapat terlihat saat diminta untuk mengurangi biaya-biaya, bahkan langsung terjadi peningkatan pengunduran diri, permintaan untuk transfer di bagian lain tanpa konsultasi kepada bagian yang baru.  

Yuk, kita bahas apa saja yang perlunya dalam resistance perubahan :

1.Partisipasi

Apabila suatu solusi adalah bagian yang penting untuk perubahan , maka para karyawan pun diminta untuk resistance untuk berubah dengan cara berpartisipasi dalam perubahan itu sendiri.  Perusahaan atau atasan selalu punya alasan yang kuat dibalik perubahan itu.  

2. Masalah dasar dari resistance

Sebelum kita menjatuhkan kesalahan kepada siapa pun, kenapa orang ini tak mau berubah, lebih baik atasan atau siapa pun harus mengetahui kunci dari masalah tentang alasan resistance. Mungkin pekerja atau pegawai itu bukan mempermasalahkan tentang perubahan secara teknis tetapi perubahan sosial,  perubahan dalam relasi antar manusia biasanya sangat diiringi dengan perubahan teknikal.

3.Blind Spot

Resistance biasanya terjadi karena “blind spots” atau sikap dari staf yang memiliki keahlian tertentu. Dia merasa dirinya yang paling pengalaman dan spesialis dalam pekerjaannya.  Tak mengetahui “blind spot” dari hal-hal yang belum dialami atau dikerjakan sebelumnya.

4.Tindakan konkrit

Manajemen dapat melakukan tindakan konkrit untuk berhubungan dengan staf yang tidak mau berubah .  Langkah ini meliputi penekanan standar dari performance untuk staf spesialis yang baru dan mendorong mereka untuk berpikir dengan cara yang lain, juga untuk menggunakan fakta bahwa resistance adalah peringatan yang praktis untuk  penugasan dan perubahan teknologi yang tepat waktu.

5.Diskusi di meeting

Para top eksekutif mengatur suatu meeting dengan para karyawannya. Dalam meeting dibicarakan tentang perubahan.  Perubahan yang harus dilakukan sesuai dengan jadwal, detail teknikal, tugas kerja.   Diskusikan juga beberapa hal yang menimbulkan perkembangan resistance dan penerimaan dan perubahan.

Baca: 7 Tips BIkin Engagement di Instagram Meningkat

Setelah Anda membaca tips tentang hindari resistance,  sebaiknya Anda punya kepekaan untuk tidak berbuat resistance terhadap perubahan di kantor.  Kuncinya kita harus siap berubah dan tidak resistance terhadap perubahan.

Sumber referensi:

“How to Deal with Resistance to Change”,  Harvard Business Reviewhttps://hbr.org/1969/01/how-to-deal-with-resistance-to-change