Career Plan

Career Plan, Intip 7 Tahapan Mudah Menyusunnya!

Alasan karir mengalami kemandekan bisa disebabkan karena kurang matangnya Career Plan. Oleh sebab itu, penting sekali membuat kerangka tujuan karir, agar lebih teratur dalam mencapai tujuan karir atau Career Goals.

Di artikel ini akan dibahas tuntas mengenai 7 tahapan menyusun tujuan karir. Tetapi, sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara penyusunan Career Plan, kamu harus tahu lebih dulu Apa itu perencanaan karir? Mengapa penting?

Mari kita cari tahu!

Baca juga : Career Development untuk Fresh Graduate, Pentingkah?

Bila ditelusuri lebih lanjut, karir berkaitan dengan menyusun strategi yang harus dilakukan. Strategi itu disiapkan untuk mencapai ambisi tujuan jangka panjang di bidang yang ditekuni. Sedangkan, titik awal memulai membentuk puncak karir adalah passion

Inilah yang kemudian, menjadi pemantik individu tersebut memiliki kecenderungan untuk bertumbuh. Mengembangkan kemampuan dirinya dengan belajar, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak segan mengevaluasi kemampuan dirinya.

Berbeda dengan karir, pekerjaan seperti kendaraan yang digunakan untuk mencapai tujuan (Career Goals) tersebut. Melalui pekerjaan ini, individu memiliki kesempatan untuk berkembang secara pribadi dan profesional. Bisa dikatakan pekerjaan bukan milik pribadi, melainkan milik perusahaan yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. 

Lalu, mengapa perencanaan karir perlu dibuat?

Career Plan dibuat untuk memperjelas proses menuju tujuan karir (Career Goals) dan jalur karir (Career Path). Dengan begitu, mempermudah individu dalam mengevaluasi dirinya apakah sudah di jalur yang benar? Apakah yang telah dilakukan itu sudah benar? Apa yang selanjutnya harus dilakukan?

Dan, apa saja cara yang dilakukan untuk menyusun tujuan karir? 

1. Kenali Dirimu dan Temukan Career Path yang Pas

Kenali Dirimu dan temukan career path yang pas
unsplash.com/Surface

Tahap yang seringkali dilupakan kebanyakan orang yaitu mengenali dirinya. Padahal ini sangat penting dilakukan sebelum melakukan tahapan yang lebih jauh lagi. Paham akan kemampuan dan bakat yang dimiliki akan membentuk kepercayaan diri yang kuat.

2. Tentukan Career Goals dalam Career Plan Anda

tentukan Career goals
unsplash.com/Krakenimages

Setelah memahami kemampuan dan bakat diri sendiri. Kita harus yakin pada hal tersebut. Mulailah melangkah ke tahap selanjutnya, cari pekerjaan yang cocok. Tidak hanya cocok dengan gaji, tetapi juga dengan passion.

Oleh sebab itu, pahami pula pekerjaan itu bisa membawa pada tujuan yang ingin kita capai. Atau, malah menghambat pencapaian. Seperti yang telah dibahas di atas, bahwa pekerjaan adalah kendaraan mencapai tujuan karir.

Menemukan pekerjaan yang disukai berdasarkan minat, akan menciptakan dampak yang baik bagi semangat kerja. Sebab, bekerja sesuai passion jika menemui kendala akan digunakan sebagai evaluasi diri untuk lebih semangat berkembang. Meski pada kenyataannya karir yang disukai ini sangat susah ditemukan. 

Menentukan tujuan membantu kita berfokus pada pekerjaan. Dengan begitu, perencanaan tujuan yang matang akan memperjelas arah masa depan kita. 

3. Temukan Skill Baru untuk List Career Plan

temukan skill baru
unsplash.com/WesHicks

Memiliki banyak skill atau kemampuan bisa menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi kita. Semakin beragam kemampuan yang dimiliki berbanding lurus dengan semakin besarnya peluang kita untuk mengesankan bos atau calon bos kita.

Tentunya, kemampuan tersebut harus linier dengan bidang yang sedang kita tekuni. Keterampilan tersebut menjadi salah satu anak tangga mencapai tujuan karir profesional. Ini lah yang akan membuat kita lebih unggul dalam persaingan, sehingga memudahkan kita untuk naik jabatan.

4. Tingkatkan Kemampuan Sosial

tingkatkan kemampua sosial
unsplash.com/Headway

Meningkatkan personalitas dalam menjalin hubungan sosial dengan banyak orang juga merupakan hal yang penting untuk Career Plan. Orang menyebutnya kemampuan interpersonal, di mana individu mampu berinteraksi, mengeluarkan pendapat, serta bernegosiasi.

Sebenarnya, tidak hanya sekedar berkomunikasi dengan individu yang bekerja satu bidang. Melainkan, juga mengembangkan jejaring kontak sosial dan profesional bidang lain. Dengan begitu, kita bertukar wawasan dan informasi.

Selanjutnya, mulailah dengan orang-orang terdekat. Kemampuan berbicara yang baik dapat meningkatkan percaya diri. Mulailah percakapan dengan siapa pun. Khususnya berbicara dengan orang-orang berpengaruh di bidang kita yang memungkinkan untuk memperoleh peluang baru.

5. Menambah Pengalaman dengan Magang

menambah pengalaman dengan magang
unsplash.com/BrookeCagle

Tahukah kamu banyak orang sukses memulai karirnya dengan magang tanpa dibayar di bidangnya. Karena itu jangan menyia-nyiakan tawaran magang. Namun, meski begitu bukan berarti kita bisa menerima tawaran magang sembarangan. Pilih tempat tempat yang betul-betul diinginkan.

Peluang inilah yang nantinya akan menjadi akses tidak ternilai, pengalaman kerja di bidang yang sedang ditekuni, atau kemungkinan ditawari posisi dalam perusahaan tempat kita magang.

Baik mahasiswa yang baru lulus, atau seseorang yang sedang pindah bidang. Magang bisa menjadi cara terbaik untuk melihat lebih dekat industri yang sedang dipelajari.

Kemudian, jika telah menemukan tempat magang yang pas, kerjakan pekerjaan secara serius. Bukan tidak mungkin perusahaan tempat kita magang merekrut sebagai karyawan tetap setelah melihat kinerja kita. Di masa sekarang ini, banyak perusahaan merekrut pegawai dari karyawan magang.

6. Komitmen dan Disiplin Mencapai Career Plan

komitmen dan disiplin mencapai career plan
unsplash.com/Jeshoot.com

Career Plan sama sekali tidak berarti jika hanya membuatnya tanpa praktek langsung. Kemudian hanya sekedar impian belaka tanpa misi untuk mencapainya. Melaksanakan setiap tahapan dengan benar dan memperhatikan waktu yang telah ditetapkan. 

Terkadang kemandekan terjadi karena kurangnya disiplin diri dan komitmen. Segalanya tidak akan berjalan mulus dan lancar, untuk itu kita harus berkawan dengan kegagalan dan rasa lelah. Itulah susahnya berkomitmen dengan diri sendiri, jika keinginan tidak kuat maka akan cepat berhenti di tengah jalan. 

7. Evaluasi pada Career Plan yang Dibuat

Evaluasi pada career plan yang dibuat
unsplash.com/JasonGoodman

Dalam prosesnya, penting untuk kita mengevaluasi pencapaian. Apakah rencana yang telah disusun itu telah berjalan baik dan melejit. Atau, malah hanya jalan di tempat. Namun, susunan rencana yang jelas pasti akan meminimalisir resiko yang kemungkinan terjadi. 

Tidak masalah bila dalam evaluasi terdapat perbaikan. Harus selalu diingat untuk tetap memantau usaha yang kita lakukan. Apakah sudah sesuai dengan career plan yang kita buat. 

Jadi itu lah 7 tahapan menyusun Career Plan. Tempelkan tujuan hidupmu sepuluh senti di depan mata kita agar selalumengobarkan semangat mencapainya. (IG)