Pilih Gap Year Setelah Lulus SMA

Jangan Asal Pilih Gap Year Setelah Lulus SMA, Teliti Dulu Alasannya

Siswa lulusan SMA memang disiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun karena pertimbangan faktor tertentu, beberapa siswa malah bingung, bimbang, dan ragu dalam merencanakan masa depannya.

Dalam keadaan seperti ini, seringkali keputusan yang diambil cenderung ceroboh. Sebaiknya kamu jangan terburu-buru, apalagi hanya ikut-ikutan teman. Pendidikan di bangku kuliah yang akan kamu jalani nanti bukan waktu yang sebentar, dan besar kecilnya menentukan masa depan kamu. Kamu tentu tidak mau salah pilih jurusan, salah pilih perguruan tinggi yang tak sesuai harapan kamu, atau putus kuliah di tengah jalan, bukan?

Apa Itu Gap Year?

Salah satu saran yang bisa kamu pertimbangkan dalam situasi bingung, bimbang, dan ragu seperti ini, yaitu menunda pendidikan tahap selanjutnya. Periode ini sering dikenal dengan istilah Gap Year.

Gap year adalah sebuah periode yang diambil siswa lulusan SMA sebagai jeda antara sekolah dan kuliah. Dengan kata lain, setelah lulus SMA, kamu menunda kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Nantinya, pendidikan akan kamu lanjutkan kembali setelah satu atau dua tahun berikutnya.

Jangan Asal Pilih Gap Year

Kendala yang menghalangi kamu melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan perlu kamu identifikasi dulu. Karena jangan-jangan, kendala itu bisa segera kamu atasi tanpa perlu ambil periode gap year.

Dalam hal ini, jangan sampai gap year kamu jadikan alasan pembenaran untuk leyeh-leyeh malas-malasan. Kalau kamu bisa sesegera mungkin menempuh pendidikan kuliah setelah lulus SMA, tentu akan lebih bagus.

Alasan Pilih Gap Year Setelah Lulus SMA
Gap Year harus direncanakan secara matang dan dijalankan dengan penuh komitmen

Pada prinsipnya, gap year membantu kamu terhindar dari keliru ambil keputusan. Ketika ada kendala yang tak mungkin bisa segera kamu atasi, kamu tidak memaksakan diri. Akan tetapi gap year bukanlah “pelarian” saat kamu tak punya pilihan lain. Bukan pilihan terakhir yang mau tak mau mesti kamu terima. Bukan juga semata-mata hanya rencana cadangan.

Pemikiran ini perlu kamu tanamkan dalam diri kamu sehingga kamu menjalani periode gap year ini dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Harus ada alasan yang kuat, jelas tujuan yang ingin kamu capai, dan rencana yang matang ketika kamu memutuskan ikut periode gap year.

Gap year ibarat sebuah “senjata”. Tanpa perencanaan yang matang dan komitmen dalam menjalankannya, gap year malah jadi “senjata makan tuan”, “bumerang” bagi diri kamu sendiri. Bukannya mendapatkan manfaat, kamu cuma malah menyiakan-nyiakan waktu satu tahun yang kamu punya. Sudah telat kuliah, di tahun berikutnya setelah periode gap year, kamu bahkan tambah bimbang dan ragu. Kamu seperti sedang jalan di tempat.

Kalau Kondisi Seperti Apa Kamu Perlu Pilih Gap Year?

Sebelum kamu putuskan untuk ambil periode gap year, kamu perlu kenali kendala yang jadi penghalang kamu melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Apakah betul kamu memang harus menunda perkuliahan?

Kamu bisa pertimbangkan setelah lulus SMA untuk ambil gap year kalau menemukan kondisi-kondisi seperti berikut ini.

1. Belum yakin dengan pilihan jurusan dan perguruan tinggi

Alasan Pilih Gap Year Setelah Lulus SMA
Gunakan periode Gap Year untuk menemukan potensi, minat, dan bakat diri kamu

Di usia remaja seperti kamu, wajar kalau kamu merasa belum terlalu memahami minat dan potensi diri kamu. Daripada kamu salah pilih jurusan, sebaiknya kamu menunda sementara perkuliahan.

Selama periode gap year nanti, kamu perlu refleksi diri untuk menemukan apa hal-hal yang menarik bagi kamu, apa minat dan bakat kamu, apa potensi dalam diri kamu, atau karir apa yang benar-benar kamu impikan. Setelah kamu mengetahui potensi diri kamu, tinggal kamu sesuaikan dengan pilihan jurusan dan perguruan tinggi yang tersedia.

Ikut program volunteer bisa bantu kamu menemukan jati diri kamu. Melalui kegiatan ini, kamu bukan hanya berkontribusi dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, tapi juga mendapatkan pengalaman baru yang mungkin belum pernah kamu temui di sekolah. Pengalaman-pengalaman baru itu yang bisa mengeksplorasi potensi diri dan meningkatkan soft skill yang bisa jadi bekal kamu di perkuliahan nanti.

2. Belum Diterima di Jurusan dan Perguruan Tinggi yang Diharapkan

Alasan Pilih Gap Year Setelah Lulus SMA
Manfaatkan periode gap year agar kamu bisa lebih matang dalam persiapan tes ujian masuk perguruan tinggi nanti

Kalau tahun ini kamu gagal dalam ujian tes masuk perguruan tinggi yang kamu impikan, sebaiknya kamu tidak perlu kecewa, merasa rendah diri, apalagi sampai putus asa. Kamu masih punya waktu untuk mengikuti tes di tahun depan. Manfaatkan periode gap year agar kamu bisa lebih matang dalam persiapan tes ujian masuk perguruan tinggi nanti.

Belajar dan berlatih soal terus-menerus. Dalam satu waktu, karena belajar secara mandiri, kamu mungkin bakal jenuh. Hal itu wajar, kamu bisa istirahat sejenak, tapi kemudian kobarkan semangat lagi. Bisa juga kamu cari teman sesama gap year untuk belajar kelompok bersama.

Kalau kamu punya biaya, kamu bisa mengikuti kursus bimbingan belajar. Tentu, dengan bimbingan dari pengajar yang telah berpengalaman, bisa lebih bantu kamu dalam memahami pelajaran.

3. Finansial Keluarga Belum Stabil

Alasan Pilih Gap Year Setelah Lulus SMA
Kemampuan finansial juga merupakan hal penting yang perlu kamu pertimbangkan

Kemampuan finansial juga merupakan hal penting yang perlu kamu pertimbangkan. Kalau belum siap, baiknya kamu tak perlu memaksakan diri, daripada perkuliahan kamu nantinya putus di tengah jalan. Di masa gap year, kamu bisa sambil bekerja untuk mendapatkan tambahan biaya kuliah, atau mencari beasiswa untuk meringankan biaya kuliah nanti.

Kabar baiknya, meski kamu gap year satu atau dua tahun, kamu tetap bisa mendaftar KIP Kuliah yang diselenggarakan Kemendikbud. KIP Kuliah adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan SMA/ sederajat yang memiliki potensi akademik baik, tetapi mengalami keterbatasan ekonomi.

Dikutip dari situs Kemendikbud, syarat jadi peserta KIP Kuliah adalah calon mahasiswa/ lulusan SMA sederajat tahun berjalan atau lulus dua tahun sebelumnya. Artinya, kamu yang ambil gap year bahkan sampai dua tahun, masih bisa mendaftar program KIP Kuliah program kemendikbud. Nah, selama masa gap year itu, kamu bisa siapkan semua keperluan tes dan pendaftarannya.

4. Persiapan Kuliah di Luar Negeri

Tidak sedikit persiapan kuliah di luar negeri, mulai dari kursus bahasa negara tempat kuliah nanti, pembuatan visa dan passport, perencanaan akomodasi dan tranportasi, sampai persiapan pengenalan kultur budaya negara tersebut. Kamu tidak bisa begitu saja menyamakan kuliah di luar negeri seperti kuliah di luar kota. Kamu harus menyiapkannya dari jauh-jauh hari.

4. Stres karena Rutinitas Pendidikan

Alasan Pilih Gap Year Setelah Lulus SMA
Isi periode gap year dengan cara menyalurkan hobi kamu yang selama ini belum sempat kamu ekpslorasi saat di bangku SMA.

Mungkin terdengar aneh, tapi kapasitas individu dalam menerima kepadatan pendidikan formal memang tak sama. Dalam keadaan stres, sebaiknya kamu tidak memaksakan diri melanjutkan pendidikan kuliah. Kamu bisa menundanya daripada tidak maksimal dalam proses perkuliahan nanti. Untuk mengatasi kejenuhan karena rutinitas pendidikan formal, kamu bisa isi periode gap year dengan cara menyalurkan hobi kamu yang selama ini belum sempat kamu ekpslorasi saat di bangku SMA.

Apply pekerjaan magang/ part time di suatu tempat dapat mengasah dan mengembangkan hobi yang kamu sukai selama ini. Bahkan, kamu bisa mendapatkan uang jajan tambahan dari kegiatan ini. Kamu bisa mendaftar ke tempat-tempat yang sesuai dengan kompetensi kamu. Kerennya, ketika masuk dunia perkuliahan, kamu punya pengalaman lebih dari teman-temanmu yang lain.

Baca Juga: Cari Tahu 9 Jenis Kecerdasan Majemuk untuk Pertimbangan Pilih Jurusan Kuliah

Harapannya, kalau kamu memang akhirnya pilih periode gap year, kamu sudah yakin dan paham betul atas keputusan yang kamu ambil. Kamu paham kenapa kamu pilih gap year, tahu tujuan apa yang mau kamu kejar selama periode gap year, dan punya gambaran yang jelas tentang rencana apa saja yang bakal kamu lakukan nanti di periode itu.

Jadi, apa betul kamu memang perlu pilih gap year setelah lulus SMA nanti?