https://www.freepik.com/free-vector/people-working-together-illustration_19250334.htm#query=career&position=37&from_view=keyword

Managemen Karir: Strategi Memfasilitasi dan Menciptakan Pegawai yang Ideal

Ingin mengembangkan perusahaan, kembangkan dahulu kualitas sumber daya manusianya

Career development, Success achievement, Ambition plan, Work opportunity

Dunia kerja tidak serta merta menuntut memiliki keahlian di bidangnya, melainkan memanfaatkan keterampilan yang dikuasai oleh seseorang. Oleh sebab itu ketika masuk di dunia kerja, seseorang akan diajak untuk mengetahui seluk-beluk kebutuhan perusahaan. Salah satunya adalah manajemen karir. Manajemen karir adalah usaha perusahaan dalam melatih pegawainya untuk merencanakan karir mereka ke depannya, khususnya di dunia kerja (perusahaan yang bersangkutan). Perlu diketahui, manajemen karir perlu dimatangkan terlebih dahulu terkait konsepnya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara tujuan dan pekerjaan yang akan dilakukan. Konsep dari manajemen karir sendiri terdapat 3 kegiatan yang meliputi:

  1. Penyaringan (Selection)
    Penyaringan merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menemukan seseorang yang mendekati atau memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Hal ini perlu dilakukan oleh perusahaan karena nantinya akan memberikan kejelasan pada perusahaan. Selain memberikan kejelasan, beban kerja yang diberikan juga akan tersampaikan dengan mudah pada orang yang tepat (orang diberi tanggungjawab tersebut).
  2. Pelatihan (Training)
    Pelatihan perlu diadakan oleh perusahaan untuk melatih dan menemukan potensi yang dibutuhkan. Ini akan menjadi ladang bagi seseorang dalam mengembangkan potensinya di dunia kerja. Mengingat perusahaan tidak hanya melihat kualifikasi secara tertulis (ijazah), melainkan melihat kualifikasi secara praktik (soft dan hard skill) yang dibutuhkan.
  3. Memberikan Penilaian (Review and Assesment)
    Memberikan penilaian penting dilakukan untuk perusahan dalam melihat potensi yang ada di lingkungan kerjanya. Hal ini akan berdampak pada perusahaan mengingat perusahaan merupakan tempat yang tidak asing dengan istilah “Peluang” dan “Kompetitor”. Adanya penilaian ini tidak hanya melihat dari aspek pegawainya saja, melainkan output yang diberikan. Output ini adalah hasil dari perkembangan yang dilakukan oleh pegawai. Misalnya ada perusahaan yang bergerak di bidang bisnis digital (netflix, gojek, dan lain-lain) yang memanjakan penggunanya untuk tetap dapat menikmati hobinya (nonton film dan jalan-jalan) dengan biaya yang terjangkau. Di sinilah tempat penilaian berlaku. Penilaian ini digunakan perusahaan untuk terus berinovasi memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi penggunanya.
    Ketiga kegiatan tersebut yang nantinya berfungsi untuk menciptakan peran kelompok dan peran motivasi. Peran kelompok ini lebih ke peran sosial yang mencakup kecakapan berorganisasi dan bersosialisasi, sedangkan peran motivasi ini lebih ke pemastian bakat dan minat yang nantinya didorong untuk merealisasikan potensinya. Dalam merealisasikan manajemen karir pun juga ada proses yang harus dilakukan. Proses ini digunakan perusahaan untuk mengetahui potensi pegawai di lingkungan kerjanya. Seperti apa motivasinya, bagaimana dedikasinya, dan lain-lain. Proses manajemen karir tersebut meliputi:
  4. Ekplorasi Karir (Career Exploration)
    Eksplorasi karir ini penting dilakukan karena akan ada keterkaitan antara bakat, minat, dan psikologi yang ada pada seseorang. Seperti apa yang disukai, tidak disukai, hal yang ditakuti, mengapa demikian, dan lain-lain. Dunia kerja perlu melakukan eksplorasi karir untuk menemukan dan mengetahui informasi individu di lingkungan kerja. Dengan adanya informasi inilah, perusahaan akan dapat menganalisa bagaimana suatu pekerjaan akan terlaksana nantinya. Perlu diketahui, hal ini akan menjadi bumerang bagi perusahaan apabila tidak dapat mengenali eksplorasi karir di setiap individu pegawainya.
  5. Tujuan Pengembangan Karir (Development Career of Goal)
    Dilihat dari sudut pandang tujuan suatu pekerjaan, tujuan pengembangan karir akan mempengaruhi perilaku seseorang dalam memberikan usaha (effort), motivasi, perhatian, serta fasilitasi strategi yang diusahakan (pengalaman dan keahlian). Hal ini menjadi penting diketahui oleh perusahaan dalam memajukan karir yang diperoleh pegawainya saat mengabdi dan bekerja nantinya. Tujuan pengembangan karir ini nantinya akan memberikan dampak, salah satunya adalah kreativitas serta inovasi yang diberikan pegawai untuk perusahaan tersebut.
  6. Inovasi dan Sistem Politik (Inovation and Political System)
    Dikutip dari buku “Managemen Karir: Teori, Konsep, dan Praktik” karya Widyanti (2018), ketika sudah masuk dunia kerja, pegawai akan sedikit banyak mengetahui sistem perusahaan. Setiap perusahaan memiliki konsep dengan tujuan yang berbeda-beda (berani bersaing dan memanfaatkan peluang yang ada). Seperti perusahaan bisnis yang dialokasikan untuk tujuan penyimpanan uang (koperasi simpan-pinjam). Dalam hal ini, bisnis simpan-pinjam pasti memiliki pesaing yang dalam artian akan memberikan jaminan lebih ringan atau bunga yang lebih minim antar perusahaan. Hal seperti inilah yang akan menjadi keuntungan bagi perusahaan tersebut. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan yang memanfaatkan peluang akan terus mendapat “tempat” di masyarakat. Ada kalanya perusahaan memiliki masa untuk menciptakan peluang agar perusahaan tersebut dapat melakukan evaluasi terkait untung-rugi, nilai pemasukan dan pengeluaran, serta hal-hal yang masih berkaitan.

Konsep manajemen karir dan proses menciptakan manajemen karir dalam perusahaan memiliki tujuan, yaitu sama-sama membangun serta menciptakan ladang potensi bagi pegawai di lingkungan kerjanya. Tidak jarang perusahaan melakukan evaluasi bertahap untuk mengetahui potensi pegawainya. Selain potensi tersebut, perusahaan juga melihat pencapaian dari usahanya, karena hal ini menjadi dasar seorang pegawai untuk memberikan gambaran dan usaha (effort) yang telah dilakukannya. Mengingat pegawai akan memasuki masa peralihan jabatan (faktor usia, karir, kemampuan, dan faktor pendukung lainnya), maka setidaknya untuk pegawai junior juga dibekali pelatihan yang mendukung untuk kepentingan yang sama nantinya.