Jangan Asal-Asalan, Kenali 4 Tips Dasar Menemukan Ruang Lingkup Karir

Tak kenal maka tak sayang

Problem solving skill, leadership, decision-making framework, tree analysis, rational approach, business, organization

Salah satu aset penting dalam perusahaan atau organisasi adalah sumber daya manusianya. Apabila struktur keanggotaannya tersusun memenuhi kebutuhan, maka akan menghasilkan tujuan yang dirumuskan. Oleh karena itu, sumber daya manusia perlu ditunjang, dibekali atau diberikan kesempatan untuk mengembangkan karirnya. Sebelum dibekali atau diberi kesempatan dalam mengembangkan karir, perlu kalian ketahui bahwa ruang lingkup karir dapat menjadi ladang untuk menggali potensi (khususnya bagi pegawai yang ingin mengetahui prospek kinerja). Hal ini akan memberikan peluang bagi pegawai dalam mengetahui potensi terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat mengembangkan potensinya. Ruang lingkup penentuan karir dapat ditemukan di mana saja, di antaranya:

  1. Mengenali Bakat dan Minat
    Mengutip dari “Information Technology” (https://proxsisgroup.com/cara-menentukan-karir/), mengenali bakat dan minat merupakan bentuk dasar bagaimana kamu akan melangkah untuk ke depannya. Identifikasi bakat dan minat yang ada pada diri sendiri ini perlu dilakukan secara detail. Dengan mengetahui bakat dan minat yang ada pada diri masing-masing, kita akan tahu seberapa banyak hal yang akan dapat dilakukan. Contohnya ketika melakukan suatu hal atau berada pada suatu passion yang membuat kamu lebih percaya diri dan lebih mampu menyelesaikan dengan hasil yang cukup membuat kamu puas.
  2. Melalui Kegiatan Berorganisasi (Social Skill)
    Sebagai manusia yang hidup secara sosial, kita jarang dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal inilah yang nantinya perlu menjadi dasar bahwa sifat manusia yang normal adalah mampu berkomunikasi dengan baik. Komunikasi dengan baik dapat diasah melalui kegiatan berorganisasi. Kegiatan berorganisasi lebih memberikan peluang untuk menunjukkan usaha seseorang dalam berkomunikasi, sebab berorganisasi membutuhkan tujuan yang nyata. Seperti mengapa organisasi atau agenda tersebut harus ada, tujuannya apa, hasil yang diharapkan seperti apa nantinya, setelah tujuannya tercapai organisasi atau agenda tersebut nantinya akan memperoleh feedback apa, dan lain-lain. Secara tidak langsung berorganisasi melatih seseorang untuk berdiskusi serta negosiasi yang kemampuan tersebut sangat dibutuhkan di dunia kerja.
  3. Melalui Pelatihan (Training Center)
    Kegiatan pelatihan juga menjadi ladang basah bagi seseorang untuk menjadikan penunjang karirnya. Hal ini dikarenakan pelatihan sedikit banyak akan memberikan ilmu, gambaran, latihan, serta praktik yang menjadi dasar seseorang dalam melakukan suatu kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan (kepemimpinan, public speaking, dan lain-lain). Pelatihan memiliki banyak prospek, bergantung dengan kebutuhannya. Misalnya pelatihan dasar kepemimpinan atau leadership training yang sedikit banyak akan memberikan wawasan bagaimana cara menjadi pemimpin yang bijaksana, pemimpin yang mampu memahami juniornya, bagaimana cara menjadi pemimpin yang berkepribadian kuat dan tangguh, dan lain-lain.
  4. Melalui Evaluasi Diri (Self Review)
    Evaluasi diri perlu dilakukan bagi kamu yang ingin mencari atau mengembangkan lingkup karir dan passion yang lebih luas. Seperti mengevaluasi bagaimana prospek karir yang ingin dituju, potensi diri yang dimiliki, perasaan saat melakukan suatu pekerjaan (puas, enjoy, kurang mendalami dan lain-lain) atau evaluasi yang lainnya. Evaluasi ini nantinya akan memberikan arahan bagaimana kamu akan mulai berpikir tentang kenyamanan saat melakukan suatu pekerjaan. Apabila hal yang dilakukan kurang membuat kamu puas atau enjoy saat melakukannya, maka kamu perlu memiliki alternatif lain yang lebih membuatmu enjoy.

Menentukan ruang lingkup karir tidak semata hanya mencari, melainkan juga memahami. Berdasarkan penentuannya, ruang lingkup karir akan berpotensi menemukan passion yang sesuai dengan keinginan. Adanya keinginan yang sesuai akan memberikan gambaran mengenai prospek dan kinerja yang akan dilakukan. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk mengenali dan mempertimbangkan penentuan ruang lingkup yang akan kalian jalani. Bukan hanya sementara, melainkan untuk jangka beberapa tahun ke depan. Seperti memikirkan bagaimana cara membentuk dan mencari relasi yang mendukung kinerja, bagaimana cara agar tetap memiliki gambaran dalam memberikan prospek untuk meraih tujuan di lingkungan kerja, memikirkan peluang dan keahlian yang dibutuhkan, dan lain-lain.